• Kabar Terkini

    07 December 2015

    Ranu Iskandar, Ciptakan Helm Klakson hingga Pengganti Memedi Sawah

    ADIMULYO (www.beritakebumen.info) - Ranu Iskandar (22) pemuda pendiam. Tapi di balik diamnya, mahasiswa semester VII Prodi Pendidikan Teknik Otomotif UNYini mampu menorehkan berbagai prestasi di bidang riset dan inovasi teknologi.

    Baru-baru ini, ia dinobatkan sebagai Pemuda Terbaik Pemuda Pelopor Indonesia (PPI) 2015 bidang ilmu pengetahuan dan inovasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

    Senin (21/11), seharusnya Ranu Iskandar dan rekan-rekannya dari UKM Penelitian UNY mempresentasikan hasil penelitian mereka di Direktorat Jenderal Perhubungan Kementerian Perhubungan. Namun, mendadak datang kabar duka dari kampung halaman.

    Sang ayah, Kasirin (62), meninggal dunia, Minggu sore (20/11). Ia pun membatalkan keikutsertaannya pada lomba inovasi teknologi itu. Sebagai anak bungsu pasangan Kasirin alias Mudimirto dan Pujiatun (60), warga Desa Meles RT 1 RW 2, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, ini sangat berharap setamat SMK 1 Gombong pada 2011 langsung bisa melanjutkan kuliah.

    Namun kondisi ekonomi keluarga tak memungkinkan. Ayahnya tukang serabutan dan buruh tani, sedangkan ibunya penjual pisang di Pasar Karanganyar. Dia pun rela menunda kuliah. Barulah pada 2012 Ranu lolos menjadi mahasiswa Fakultas Teknik UNYmelalui program Bidik Misi. Sejak itu dia giat belajar. Ranu tergolong kutu buku.

    Dengan bekal biaya hidup dari pemerintah Rp 600 ribu tiap bulan, Ranu jarang pulang kampung. Ia memilih serius belajar sembari bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Penelitian UNY. Sejak itu ia bersama teman-temannya aktif melakukan berbagai riset dan inovasi teknologi.

    Beberapa kali mereka mendapat hibah dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi senilai Rp 8 juta-Rp 10 juta. Salah satu hasil riset yang masuk penilaian Kemenpora dalam PPI 2015 yakni helm klakson yang diberi nama helpson. Helm itu dibuat untuk membantu difabel, khususnya tuna rungu.

    Riset lain yakni mengenai perbandingan biodisel limbah ikan laut dengan bahan bakar minyak solar terhadap karakterisik bahan bakar dan performa mesin diesel satu silinder. Penelitan ini juga mendapat hibah dari Kemenristek Dikti pada 2014.

    Kali lain, Ranu berpikir keras, bagaimana menyiasati makin sempitnya lahan di perkotaan untuk tanaman. Maka muncul ide mini solar aquaponic, yakni dengan membuat kolam lele seluas sekitar 1X0,5 meter yang diberi atap, kemudian di atasnya bisa ditanami tanaman seperti cabai atau tomat.

    Mahasiswa berprestasi Fakultas Teknik UNY 2014 itu menggunakan panel surya untuk sumber listrik. Menggunakan aki 12 volt, air di kolam disedot untuk menyirami tanaman. Air yang disiramkan ke tanaman itu mengandung pupuk dari kotoran lele.

    Pengusir Burung

    Temuan lain yang turut mengantarkan Ranu sebagai Pemuda Pelopor Indonesia 2015 yakni alat pengusir burung pipit yang menjadi hama tanaman padi. Menurutnya, ide itu sebenarnya agak konyol, namun tetap dibuat karena dia ingin menolong petani saat mengusir burung setiap menjelang panen.

    Maklum, ia tinggal di kampung dekat sawah. Selama ini petani hanya memasang orang-orangan atau memedisawah.

    ”Memedi sawah itu kan hanya bisa berfungsi saat tali digerakkan. Jadi tidak efektif karena kalau hendak mengusir burung, petani harus setiap saat menunggui di sawah,” jelas peraih juara lomba esai tentang otomotif pada 2014 itu.

    Ranu dan teman-temannya melakukan riset awal di Palbapang, Bantul. Pengusir burung buatannya memakai kepingan CD, lalu ada kelereng yang dimasukkan di kaleng untuk menimbulkan suara.

    Saat dihinggapi burung, alat tersebut bergerak seraya menimbulkan bunyi dari kelereng di dalam kaleng. Adapun CD berfungsi membuat mata burung pipit silau sehingga akan terbang menjauhi padi. Masih banyak riset yang dingin dilakukan Ranu.

    Namun, sering terkendala dana. Karena itu dia bercita-cita menjadi wirausahawan di bidang teknologi untuk memujudkan banyak mimpinya. Saat ini ia tengah sibuk menyelesaikan skripsi. Ranu bertekad merampungkan studi pada akhir semester VIII.

    Sebab, bila semester berikutnya belum lulus, meski masih menerima bantuan SPP, ia tidak lagi mendapat tunjangan dari pemerintah. ”Maaf kalau handphone jarang saya buka dan malas angkat telepon. Biar cepat rampung kuliah,” ujarnya sembari tersenyum. (Komper Wardopo-59/ suaramerdeka.com)



    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================
    • Komentar Blogger
    • Komentar Facebook

    0 comments:

    Post a Comment

    Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

    Item Reviewed: Ranu Iskandar, Ciptakan Helm Klakson hingga Pengganti Memedi Sawah Rating: 5 Reviewed By: Berita Kebumen Beriman
    Scroll ke atas