• Kabar Terkini

    07 December 2015

    Kembangkan Aplikasi di Media Sosial, Dara Kebumen Jadi CEO Perusahaan Malaysia

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Nama aplikasi Meo Talk dan Monzter mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian masyarakat umum.

    Aplikasi ini mungkin memang masih terbilang baru, dan dikembangkan oleh seorang alumni D3 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

    Adalah Novi Wahyuningsih, nama alumni UGM tersebut yang mengembangkan kedua aplikasi itu.

    Melalui dua aplikasi di bidang media sosial tersebut, dara berusia 24 tahun ini juga mendapatkan jalan menjadi chief executif officer (CEO) di salah perusahaan yang bergerak di media sosial dan game yang berbasis di Malaysia.

    Novi menuturkan kedua aplikasi tersebut baru resmi diluncurkan pada 28 November 2015 lalu.

    Namun ia menjelaskan, bahwa sebenarnya ide untuk membuat aplikasi tersebut telah ia mulai sejak 2011, dan baru bisa digarap sejak Januari 2015.

    Melalui kedua aplikasi itu pula, ia mendapatkan reward berupa saham dari Global Century Limited, sebesar Rp 2,6 miliar.

    "Saya belajar dari orang-orang yang sudah berhasil. Saya amati, tiru dan lalu modifikasi," kata dara kelahiran Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah itu belum lama ini.

    Lebih lanjut ia mengatakan, sejauh ini dirinya sudah membuat lima platform aplikasi. Yaitu, MeoTalk, Monzter, happybid, metgames dan vooilaa.

    Namun baru Meotalk dan Monzter yang diluncurkan. Meski demikian, ia mengatakan semua aplikasi tersebut nantinya akan berhubungan.

    Ditambahkannya, MeoTalk merupakan aplikasi media sosial yang bisa diunduh melalui Play Store di perangkat smartphone. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa mengobrol melalui media sosial.

    MeoTalk disebutnya bisa menjadi aplikasi chatting generasi baru dengan teknologi canggih untuk mengubah cara orang biasanya bertemu dan berkomunikasi dengan orang-orang baru.

    Sebenarnya, MeoTalk tidak jauh beda dengan media chatting lainnya. Namun aplikasi ini mempunyai banyak kelebihan.

    Selain bisa mengobrol hanya dengan suara, tulisan, pengguna juga bisa berkomunikasi melalui video.

    Tidak hanya itu, setiap pengunduh aplikasi ini bisa mendapatkan reward berupa GE point.

    Yaitu, uang virtual yang bisa digunakan untuk belanja di toko yang sudah menyediakan sarananya.

    Ide untuk berkecimpung dalam dunia aplikasi media sosial dan game inilah yang membuatnya menjadi Country Manager dan CEO MeoTalk.

    Di Yogyakarta ia membuka kantor di Jalan Magelang, Sleman. Ia menuturkan, untuk di Indonesia cukup empat karyawan saja yang dipekerjakan.

    Tetapi di kantor pusatnya di Malaysia, ada sebanyak 100 pegawai yang menangani aplikasi-aplikasi di dunia maya.

    "Kenapa dari dulu orang Indonesia tidak membuat aplikasi sendiri, sekarang memang mulai ada aplikasi buatan Indonesia," kata Novi.


    Karena merasa prihatin, ia kemudian menggandeng sahabat-sahabatnya dari negara lain untuk membuat aplikasi media sosial dan game untuk perangkat telepon pintar.

    Saat peluncuran pertamanya di Indonesia, Sekitar 600 orang dari 12 negara pun hadir untuk mengikuti acara yang digelarnya di Hotel Tentrem Yogyakarta beberapa waktu lalu.

    "Kami menggunakan transaksi dengan mata uang digital yaitu GE point. Bisa digunakan transaksi apapun," imbuh dia.

    Ia berharap, aplikasi media sosial dan game serta aplikasi lainnya bermanfaat bagi masyarakat. Ketika ada yang mengunduh aplikasi ini, otomatis dapat refund.

    Saat bermain game, chatting, ataupun mengunggah status, juga bisa mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan uang dollar Amerika.

    "Saat terkumpul 1 juta poin, dapat ditukar USD 100. Taget saya ada 100 juta pengguna aplikasi ini dari Indonesia," kata dia.

    Dalam tiga tahun ke depan, setelah lima aplikasi hasil pengembangannya diluncurkan, ia memperkirakan akan ada satu miliar pengguna di seluruh Indonesia.

    Ia mempunyai prinsip dalam menjalani hidup, selalu menjaga amanah dari siapapun, dan selalu berani mencoba sesuatu yang baru.

    "Selagi itu positif kenapa tidak, jatuh bangun itu hal yang biasa, yang penting tidak ada kata menyerah dalam hidup. Selebihnya untuk hasil, percayakan kepada Yang Kuasa," pungkas Novi. (Tribun Jogja)



    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================
    • Komentar Blogger
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Post a Comment

    Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

    Item Reviewed: Kembangkan Aplikasi di Media Sosial, Dara Kebumen Jadi CEO Perusahaan Malaysia Rating: 5 Reviewed By: Berita Kebumen Beriman
    Scroll ke atas