Kilas Berita:

Irma Suryati Berjuang Hingga Tetes Darah Terakhir

BUAYAN (www.beritakebumen.info) - Mengalami kelumpuhan saat berusia empat tahun akibat polio, kehidupan Irma Suryati kemudian menjadi kisah panjang yang penuh perjuangan.
Irma Suryati, 38 tahun, membuktikan selalu ada celah yang bisa membawa berkah dan peluang pada masa depan. Dia merintis usaha kerajinan keset dengan modal kain-kain sisa.
Kini, dia telah mempunyai usaha berbadan hukum yang diberi nama Usaha Dagang Mutiara Equipment. Dia juga juga membentuk Pusat Usaha Kecil Menengah Penyandang Cacat dan memberdayakan tak kurang dari 3.000 penyandang disabilitas.
Usaha Irma berkembang pesat bahkan sudah ekspor ke beberapa negara, seperti Australia, Jerman, Jepang, dan Turki. Tak hanya itu, Irma juga mendirikan koperasi simpan pinjam untuk menampung kegiatan ekonomi ribuan pembuat keset hasil binaannya.
Berhasil mengasah kreativitas dan kemampuannya, Irma mengajak teman-teman penyandang cacat mengikuti jejaknya. Setelah menikah dengan Agus Priyanto, upaya Irma untuk menyebarkan semangat kemandirian bagi sesama penyandang cacat semakin mendapat dukungan.
Rumah mereka di Desa Karangsari, Buayan, Kebumen, Jawa Tengah, dijadikan tempat menginap sekaligus pelatihan para penyandang cacat.
“Hasil karya berupa aneka barang kerajikan menjadi bukti nyata keberhasilan kami memotivasi para penyandang cacat. Kini, setiap hari kami menerima undangan dari organisasi dan yayasan di tingkat desa dan kecamatan untuk memberi pelatihan,” jelas Irma saat menerima penghargaan Perempuan Inspiratif NOVA 2015 Kategori Perempuan & Wirausaha di Jakarta, baru-baru ini.
Workshop atau pelatihan singkat yang menghadirkan Irma sebagai instruktur selalu dipenuhi puluhan warga yang terdiri atas kaum ibu dan remaja. Selain untuk mempelajari keterampilan membuat berbagai macam kerajinan tangan, para peserta pelatihan ingin mendapatkan motivasi sukses dan inspirasi dari Irma.
Tak hanya sebatas memberikan pelatihan kepada para penyandang cacat dan warga desa, Irma juga membantu memasarkan hasil karya binaannya.
Tidak kurang dari 5.000 orang telah menjadi mitra binaan Irma. Produk hasil kerajinan tangan seperti keset dan hiasan dinding telah merambah Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, bahkan diekspor ke Australia.
Tak heran berbagai penghargaan dianugerahkan pada Irma atas prestasi dan perjuangannya. Namun, bagi Irma tak ada kata puas karena masih impian yang ingin direngkuhnya. Yang jelas, tenggelam dalam rasa kecewa, putus asa, dan menyerah pada nasib, bagi Irma tidak akan mengubah hidup menjadi lebih baik.
Keuletan dan kerja keras dalam segala keterbatasan dibuktikan Irma mampu menyalakan semangat hidup, tak hanya bagi para penyandang cacat lain, namun juga masyarakat sekitarnya. ( Rio Winto/ beritatu.com)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!