Kilas Berita:

NU Diminta Tak Berpolitik Praktis

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Wakil Ketua Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Kaaffah (P4SK) Kabupaten Kebumen Khanifudin Wahid menyatakan kesiapannya mempimpin Nahdlatul Ulama (NU) di kabupaten berslogan Beriman ini.

Pernyataan itu dilontarkan sebagai reaksi atas sikap elite PC NU Kebumen yang mendukung pasangan calon tertentu dalam pelaksanaan Pilbup 9 Desember mendatang. Bahkan dalam pemberitaan di sejumlah media massa, Ketua PC NU Kebumen KH Masykur Rozak secara terang-terangan mendukung pasangan calon Muhammad Yahya Fuad-Yazid Mahfudz. Padahal dari kacamata NU, kiai tidak boleh terlalu jauh masuk dalam politik praktis.

“Kiai memang boleh berpolitik tetapi mbok yao jangan kebablasan,” kata Khanif yang sejak 1982 aktif di Ansor dan kini menjadi penasihat gerakan pemuda tersebut. Khanif juga anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kebumen itu menjelaskan, sebagaimana organisasi keagamaan yang sudah kembali ke khitah pada 1926 maka NU tidak boleh dibawa ke ranah politik praktis.

Organisasi keagamaan terbesar itu pun harus tetap memikirkan umat dan bangsa. Sayangnya, kondisi yang ada sekarang ini justru cenderung hanya memikirkan kepentingan politik sesaat saja. Bahkan, lanjut Khanif yang menggeluti usaha mebel ini, sejak adanya Musyawarah Cabang (Muscab) di Jetis Desa Kutosari Kebumen 2013 silam, nyaris tidak ada kontribusi dari PC NU ke ranting-ranting.

Tidak Percaya

Pihaknya yang menerima pengaduan dari ranting Se- Kebumen itu pun memprihatinkannya. Khanifudin berharap agar elite NU Kebumen berembuk terlebih dulu sebelum menyikapi sesuatu. “Tentunya sikap tersebut bukanlah yang politik praktis. Mengingat NU itu bukan untuk pribadi melainkan untuk umat dan bangsa,” jelasnya. Khanif membenarkan jika kiai harus tahu politik agar tidak terjerat dalam permainan politik.

Ia pun mengungkap sejarah adanya kiai yang terjebak dalam Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965 karena tidak tahu politik. Saat masuk PKI, sang kiai tersebut tetap diperbolehkan salat, tahlilan maupun melakukan kegiatan ibadah lainnya. Namun kemudian menjadi masalah dan sang kiai itu dipanggil Kodim 0709 Kebumen.

Sikap yang ditunjukan elite NU Kebumen saat ini pun dinilai Khanifudin sudah keluar dari khitah NU 1926 dan akan berdampak pada ketidakpercayaan masyarakat. Untuk mengatasinya, lanjut Khanif, tergantung pimpinan NU. (K5- 52/suaramerdeka.com)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!