Kilas Berita:

Komisi B Minta Tak Ada Jual Beli Kios

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen mengunjungi pembangunan pasar tradisional di empat tempat, Senin (12/10).

Muhsinun, anggota Dewan mengemukakan, kunjungan itu untuk mengetahui sejauhmana persiapan Disperindagsar dalam pembagian kios dan los di pasar yang dibangun menggunakan dana APBD tersebut. ”Kami minta jangan sampai ada jual beli kios maupun los,” kata Muhsinun.

Kunjungan dipimpin Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen Akhsin itu, diikuti Kasi Pendapatan Pasar pada Dinas Perindustrian, Perdagangsn dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen M Muhni serta anggota Komisi B DPRD Kebumen yakni Muhsinun, Sri Susilowati dan Agus Khamim. Kunjungan diawali di Pasar Rowokele yang dibangun dengan dana Rp 5,4 miliar.

Supriyadi, pelaksana proyek dari PT Tiga Jaya Pamular Karanganyar menemui para wakil rakyat tersebut. Supriyadi mengatakan, pembangunan Pasar Rowokele dilakukan sejak April dan selesai 11 November mendatang.

Pihaknya akan mengusahakan agar sebelum 11 November sudah selesai sehingga pihak terkait bisa lebih awal mempersiapkan penempatan pedagangnya. ”Pasar Rowokele dibangun 19 kios. Untuk los berukuran 6×3 meter lima petak, 3×10,5 meter ada lima petak, 3×7,5 meter terdapat lima petak, dan 3×9 meter lima petak,” jelasnya.

Tambahan Pedagang

Dari pembangunan pasar itu, terdapat lahan yang baru tahap pengurukan. Lokasinya berada di samping pasar yang dibangun tersebut. Menurut Muhni, lahan yang sudah diuruk tersebut tidak masuk dalam anggaran pembangunan Pasar Rowokele. Rencananya diusulkan dana lagi untuk pembangunan pagar. ”Lahan tersebut untuk tambahan pedagang lesehan,” jelasnya.

Sementara ini pedagang Pasar Rowokele menempati relokasi di pingir jalan. Dalam penempatan pasar nanti, lanjut Muhni, pihaknya memprioritaskan pedagang lama. Diharapkan Januari 2016 sudah ditempati pedagang. Terkait permintaan Dewan agar tidak ada jual beli kios, Muhni menjelaskan, sebelum pembangunan Pasar Rowokele tidak ada bangunan kios sehingga pihaknya mengambil kebijakan untuk disewakan. ”Dan Perda juga mengatur sewa kios,” terangnya.

Kunjungan Komisi B DPRD Kebumen dilanjutkan ke Pasar Demangsari Ayah, Pasar Banyumudal Buayan dan Pasar Tengok Sruweng. Dijelaskan Muhni, pembangunan pasar tradisional tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang.

Sebelumnya juga dibangun pasar tradisional seperti di Pasar Tlogopragoto Mirit, Pasar Prembun, Pasar Ambal, Pasar Ayah, Pasar Jatisari, Pasar Sruni, Pasar Tumenggungan, Pasar Karanganyar, Pasar Petanahan, Pasar Karakal dan Pasar Kutowinangun.( K5-52/suaramerdeka.com)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!