Kilas Berita:

Nabung Puluhan Tahun, Kakek Buruh Tani ini Ahirnya Berangkat Haji

SRUWENG (www.beritakebumen.info) - Tekad dan niat yang ditunjukan Mohammad Kaeri Madyasa (94), warga RT 02 RW 01 Desa Klepusanggar, Kecamatan Sruweng pantas mendapat acungan jempol. Betapa tidak, meski sudah menginjak masa lansia, Kaeri
berhasil mewujudkan mimpinya berangkat haji tahun ini.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani ini mengaku
sudah hampir putus asa. Baginya yang hanya seorang petani serabutan, ongkos untuk bisa menunaikan rukun islam kelima itu bukan perkara mudah. Bahkan terbilang mustahil.

Namun berkat usaha kerasnya, Kaeri mampu melunasi ongkos haji tersebut dan tahun ini sudah terdaftar calon jamaah haji asal Kabupaten Kebumen.

Kaeri mengaku sudah memiliki niat berhaji sejak dirinya masih muda. Namun keinginannya tersebut baru bisa terlaksana tahun ini. Setelah berpuluh-puluh tahun menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit. Ia pun rela berhemat dan hidup sangat sederhana demi mencapai mimpinya itu.

“Tapi ternyata masih kurang duitnya untuk melunasi. Untung ada saudara mau nutupi, Alhamdulillah bisa berangkat tahun ini,” tutur Kaeri, yang penglihatan dan pendengaranya masih berfungsi normal.

Dalam kesehariannya, Kaeri adalah seorang petani serabutan. Selain menggarap sawahnya sendiri yang tak seberapa luas, ia juga terpaksa membantu menggarap sawah milik tetangga.

Karena hasil dari sepetak sawahnya tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarga. Kaeri juga memelihara beberapa ekor ayam kampung.

Kakek lansia ini tinggal bersama istri, anak dan empat cucunya. Tak banyak perabot di dalam rumah sangat sederhana.

Demi menabung untuk berhaji, ia dan anak cucunya tidak pernah membeli perabotan maupun peralatan yang benar-benar tidak diperlukan. “Memang orang tidak punya. Untuk makan sehari-hari ya seadanya,” ujarnya.

Karena keterbatasan biaya, Kaeri pun berangkat sendiri. Tak ada keluarga yang ikut berangkat menemani Kaeri di Tanah Suci.

Kaeri sendiri mengaku pernah putus asa dan memupus keinginannya. Ia merasa tidak akan pernah mampu memenuhi biaya ke Tanah Suci yang baginya sangat mahal. Apalagi hampir setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dengan kerja kerasnya dan dukungan dari keluarga, kakek satu anak dan empat cucu ini pada tahun 2010 berhasil mendaftar dan mendapat nomor urut keberangkatan.

Keinginannya untuk berhaji pun beberapa kali diuji. Pada 2013 sempat akan berangkat karena masuk dalam kuota prioritas jamaah haji lansia mengingat usianya yang lebih dari 80 tahun. Tetapi karena ada pembangunan komplek Masjidil Haram, kuota haji Indonesia pun dipangkas hingga 20 persen. Hal itu berdampak pada pencoretan nama Kaeri sebagai jamaah haji 2013.

Pada musim haji tahun 2014, kejadian serupa pun muncul. Namanya tidak masuk dalam daftar jamaah haji dari Kebumen. Dengan berbagai pengalamannya itu, pada tahun ini, Kaeri mengaku sempat pasrah dan bersiap untuk berangkat tahun 2016. Namun, ternyata datang surat pemberitahuan dari Kementerian Agama yang memberitahukan namanya tercatat sebagai calon jamaah haji tahun 2015 ini.

Ia berharap setelah pulang berhaji dapat menjadi haji yang mabrur. “Mudah-mudahan saya haji mabrur, “imbuhnya. (ori/uje/radarbanyumas.co.id)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!