Kilas Berita:

Melihat Sejarah lewat Mata Uang Kuno

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - HOBI yang dimiliki Eko Nur Cahyadi tergolong unik dan langka. Melalui hobi yang dimiliki karyawan Bank Jateng Cabang Kebumen itu, kita bisa menelusuri sejarah bangsa Indonesia melalui mata uang kuno.

Ya, Eko, sapaan akrabnya memiliki hobi mengoleksi uang kertas kuno sejak masih di bangku SLTA. Sampai saat ini sedikitnya sudah lebih dari 500 lembar uang kertas kuno yang dia koleksi. Ratusan lembar uang kertas kuno itu, dia simpan di rumahnya Jalan Kejayan Nomor 49 Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen.

Uang kertas yang dikoleksi Eko mulai dari uang kertas saat pemerintahan Indonesia belum terbentuk, yakni lembaran uang kertas terbitan Pemerintah Hindia Belanda dan Jepang untuk Indonesia hingga uang kertas saat Indonesia sudah merdeka.

Semua uang kertas yang dikoleksinya merupakan uang kertas resmi dan sah yang dicetak sebagai alat transaksi pada saat itu. Salah satu koleksinya, yakni uang kertas Sepoeloeh Roepiah buatan Dai Nippon Teikoku bergambar wayang orang Gatotkaca dan Seratoes Roepiah gambar tokoh pewayangan.

Selain itu, masih banyak lagi uang kertas yang diproduksi dari tahun ke tahun. Guna menjaga agar tidak rusak, uang kertas kuno itu disimpan dengan menggunakan pelindung plastik. Adapun koleksi uang kertas miliknya didapatkan dari berbagai daerah di Indonesia.

Mulai dari Yogyakarta, Solo, Jakarta, Bandung dan mencari melalui internet. Terbilang sudah puluhan juta rupiah dikeluarkan suami Sulistyaning Purnama Rini itu demi mendapatkan koleksi uang kertas kuno itu. Dari ratusan lembar uang kertas koleksinya didapat dengan harga yang bervariasi mulai dari harga Rp 15.000 hingga Rp 4 juta/lembarnya.

Makin Mahal

Menurut Eko, uang kertas kuno paling mahal adalah uang kertas cetakan Republik Indonesia Serikat (RIS) dan uang kertas terbitan Belanda dan Jepang untuk Indonesia atau seri wayang.

Saat ini kedua jenis uang kertas itu di pasaran uang kuno bisa menembus harga Rp 3 juta-Rp 6 juta/lembarnya. ’’Semakin tua dan langkanya uang kertas itu, membuat harga di pasaran uang kuno akan semakin mahal,’’ ujar Eko kepada Suara Merdeka di rumahnya, baru-baru ini.

Selain karena tertarik dengan gambar dan seni lukis yang ada pada uang kertas, kegemaran Eko mengumpulkan uang kertas kuno itu berawal dari sebuah pemikiran kalau nilai seni yang ada pada lembaran uang kertas itu merupakan jejak sejarah bangsa yang tidak akan bisa dilupakan rakyat Indonesia. ’’Untuk itu, dari keseluruhan uang kertas yang saya koleksi merupakan uang sah yang dulu digunakan sebagai alat transaksi jual beli,’’ imbuh bapak dua anak tersebut.

Ke depan Eko memiliki obsesi untuk mendirikan sebuah galeri uang kuno. Nantinya orang dapat melihat sejarah bangsa Indonesia di dunia peruangan dari masa ke masa. ’’Semacam edukasi mengenai sejarah mata uang di Indonesia,’’ ujarnya. (Supriyanto-32/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!