Kilas Berita:

Retribusi Parkir Dikeluhkan Pedagang

GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Pedagang Pasar Wonokriyo, Gombong, Kebumen mengeluhkan dikenai retribusi parkir khusus sejak April 2015 lalu.

Pasalnya, status pasar yang dibangun pada 2014 itu masih hak guna bangunan di atas hak pengelola lahan sampai tahun 2025. “Jadi, jangan disamakan pedagang di sini (Pasar Wonokriyo- Red) dengan pasar yang dikelola Pemkab, seperti Pasar Karanganyar maupun Pasar Tumenggungan Kebumen,” kata salah satu pedagang Pasar Wonokriyo Agus Dwijanto, kemarin.

Dijelaskannya, pada saat pembangunan Pasar Wonokriyo, pedagang telah membeli kios maupun toko kepada investor yang telah melakukan kontrak dengan Pemkab. Jadi kontrak yang berakhir sampai 2025 itu hingga kini belum berubah. Adapun pedagang di Pasar Karanganyar atau Pasar Tumenggungan itu hanya menempati kios maupun los, menyusul adanya pembangunan pasar tradisional tersebut.

Sehingga, retribusi parkir di pasar tersebut menjadi kewenangan Pemkab. Termasuk jika Pemkab ingin menyerahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga. “Jika penerapan parkir sesuai Perda Nomor 17 Tahun 2012 itu dikenakan kepada pedagang di pasar yang dikelola Pemkab sih monggo-monggo saja.

Tapi kalau diterapkan di Pasar Wonokriyo yang notabene masih bersertifikat hak guna bangunan, rasanya tidak tepat dan terlalu dipaksakan,” imbuhnya. Apalagi, lanjut Agus Dwijanto, sebelumnya juga tidak ada kebijakan tersebut. Sehingga, penerapan retribusi parkir di Pasar Wonokriyo yang baru belakangan diberlakukan itu terkesan hanya mengejar target tertentu.

Surati Dewan

Sejumlah pedagang Pasar Wonokriyo mengaku sudah menanyakan langsung kepada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen.

Namun mereka belum mendapatkan jawaban. Pedagang Pasar Wonokriyo lainnya bahkan sudah melayangkan surat kepada pimpinan DPRD Kabupaten Kebumen agar mengagendakan audiensi terkait persoalan tersebut. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Agung Prabowo yang dihubungi Suara Merdeka, kemarin membenarkan adanya permohonan audiensi terkait kebijakan dikenakannya retribusi parkir khusus di Pasar Gombong itu.

Terpisah, Kasi Pendapatan Pasar pada Disperindagsar M Muhni mengaku masih berkoordinasi dengan pimpinan terkait hal tersebut. Selama ini yang sudah berjalan, pedagang Pasar Wonokriyo menempatkan kendaraannya di sekitar kios maupun toko masing-masing. Bagi pedagang yang tidak memiliki lahan cukup, mereka menitipkannya ke tempat parkir. Untuk parkir sepeda motor Rp 2.000 per harinya.

Dengan diberlakukannya retribusi parkir sesuai Perda Nomor 17 Tahun 2012 di Pasar Wonokriyo, maka pedagang setempat pun harus membayar Rp 1.000, baik yang sudah membayar parkir pada penitipan kendaraan maupun yang tidak. Padahal kebijakan yang diterapkan Pemkab itu tidak disertai dengan menyediakan tempat parkir. “Masak kami hanya lewat portal saja dikenai retribusi parkir,” kesal Agus Dwijanto. (K5-32/suaramerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!