Kilas Berita:

Ketua BMT Alfassalam Mangkir

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Ketua Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT Alfassalam tak memenuhi undangan Dinkop UKM Kebumen. Hal ini sangat disesalkan semua pihak, termasuk Kasi Pengawas Koperasi Dinkop UKM Ngadimin.

Padahal, menurutnya, pertemuan tersebut sangat penting untuk menyelesaikan persoalan yang menimpa para nasabah. “Ketua, Bendahara dan Pengawas BMT Alfassalam, tidak mau menghadiri pertemuan ini. Yang hadir justru hanya para pengurusnya saja,” jelasnya.

Menurutnya, mereka adalah kunci permasalahan yang terjadi. Justru sikap tersebut menunjukkan pihak BMT tak serius. “Sayang sekali. Yang datang justru mereka yang tidak mengetahui data-data aliran dana BMT Alfassalam,” katanya.

Sekretaris BMT Aflassalam Wuri Handayangi mengungkapkan ada dua cabang BMT Alfassalam, yakni di Kecamatan Alian dan Kecamatan Padureso. Kemungkinan dana nasabah yang belum bisa dikembalikan dan telah digunakan untuk menutup dana yang telah dibawa kabur oleh Mantan Manager BMT Alian Indriyatmi sebesar Rp 800 juta. “Kejadian tersebut sekitar satu tahun lalu,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan oleh pihak BMT dalam menyelesaikan masalah para nasabah sepertinya juga belum pernah dibahas secara internal. Pasalnya Ketua BMT Alfassalam Afit Sadono dan istrinya yang menjabat sebagai Bendahara sekaligus merangkap sebagai manajer Putu Ekayana hingga saat ini, belum diketahui keberadaanya dan mereka juga tidak bisa dihubungi. “Saya tidak tahu di mana keberadaan mereka,” jelasnya.

Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kebumen Agung Supri Haldoko SE mengatakan, beberapa penyimpangan memang telah dilakukan oleh BMT Alfassalam, diantaranya seluruh pengurus BMT masih merupakan keluarga. Selain itu untuk BMT Alfassalam Cabang Alian jumlah penabung 300 orang. Namun yang menjadi anggota hanya 30 orang. Sedangkan untuk BMT Alfassalam Cabang Padureso jumlah penabung 400 orang dan yang tercatat dalam buku daftar anggota hanya 28 orang.

“Hal ini jelas melanggar UU No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian,” bebernya.

Semua dana yang dihimpun dari cabang BMT Alfassalan lanjutnya, seratus persen disetorkan ke kantor pusat BMT Alfassalam, yang beralamat di Desa Kedawung Kecamatan Pejagoan. Alasannya, kedua cabang BMT tersebut belum memiliki brangkas. Dan hal itu juga sudah menjadi kebijakan dari manajer pusat.

“Padahal kalau menurut aturan yang ada seharusnya dana yang disetorkan ke kantor pusat maksimal 20 persen,” ucapnya.
Manajer BMT Alfassalam Cabang Alian Samsul Maarif mengatakan, dia sama sekali tidak mengetahui kemana aliran dana para nasabah. Jumlah dana yang sudah disetorkan ke BMT Alfassalam pusat mencapai Rp 700 juta. Terdiri dari cabang Alian 500 juta dan cabang Padureso Rp 200 juta. Selain itu Sertifikat Kantor Cabang Alian sudah digunakan sebagai jaminan hutang di Bank Saudara sebasar Rp 400 juta, sedangkan untuk kantor pusat BMT Alfassalam sudah digunakan untuk jaminan hutang di DMS Kebumen sebesar Rp 280 juta. “Bahkan semua karyawan, namanya juga sudah digunakan untuk jaminan di Bank BKK Sadang,” terangnya.

Sementara itu, di BMT Alfassalam Pusat, karangan bunga yang sempat di kirim oleh pihak TK Mekarsari Kebulusan Kecamatan Pejagoan saat ini telah hilang. Tidak diketahui siapa yang telah mengambil/membuang karangan bunga tersebut. (mam/nun/radarbanyumas)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!