Kilas Berita:

22 Juru Parkir Liar Kena Razia

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sebanyak 22 juru parkir liar terkena razia tim gabungan dari Satpol PP, Polres dan Kodim 0709 Kebumen, Rabu (17/6). Mereka yang tidak memiliki surat tugas itu pun diangkut menggunakan mobil patroli dan dilakukan pembinaan di Kantor Satpol PP Jalan Indrakila Kebumen.

Operasi yang dipimpin langsung Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah Sugito Edi Prayitno itu berlangsung di kota Kebumen, meliputi Jalan Kusuma, Jalan Sarbini, Jalan Pahlawan, Jalan Pemuda, dan Jalan Pramuka. Razia juru parkir liar dilanjutkan di wilayah Prembun dan Kutowinangun.

Masing-masing terjaring 13 dan 9 juru parkir,” tegas Kepala Satpol PP RAI Ageng Sulistyo Handoko melalui Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah Sugito Edi Prayitno di selasela pelaksanaan razia kemarin. Sebanyak 22 juru parkir liar itu tidak bisa menunjukkan kartu identitas atau surat tugas sesuai ketentuan yang ada. Selanjutnya meraka dibina.

Menurut Sugito, keberadaan juru parkir liar itu tidak sesuai dengan Perda Nomor 13 dan Nomor 14 tahun 2012 tentang Retribusi dan Pajak Parkir. Seharusnya, lanjut Sugito, retribusi dan pajak parkir yang masuk ke pendapatan asli daerah (PAD) bisa lebih besar. Namun malah terjadi kebocoran, karena juru parkir liar itu tidak menyetorkan ke kas daerah.

Keberadaan juru parkir liar itu pun dikeluhkan masyarakat terkait tarif parkir yang tidak sesuai Perda. Seharusnya untuk tarif parkir sepeda atau motor Rp 500, kendaraan roda empat Rp 1.000, dan kendaraan roda enam lebih Rp 2.000. Namun kenyataan di lapangan lebih dari besaran yang ditentukan.

Cegah Kebocoran

“Razia ini, selain mencegah kebocoran pada sektor parkir, juga untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait tarif parkir yang melebihi ketentuan,” jelas Sugito.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap delapan penitipan kendaraan yang seharusnya membayar pajak parkir, namun belum melakukannya. Dan setelah dilakukan pembinaan tim gabungan dari Polres, Kodim 0709 Kebumen dan Satpol PP, mereka sanggup membayar sesuai ketentuan.

Sugito mengemukakan, operasi terpadu itu akan dilakukan pada wilayah Kebumen selama Ramadan dengan harapan masyarakat tidak terganggu juru parkir liar. Dalam rangkaian operasi menjelang Ramadan ini, juga dilakukan operasi penyakit masyarakat, berupa penertiban lokasi yang diduga sebagai tempat prostitusi dan ajang pesta minuman keras.

Terjaring sebanyak enam pekerja seks komersial (PSK) dan sejumlah minuman keras dalam berbagai ukuran botol di wilayah Sempor, Gombong, Sruweng, dan kota Kebuman. Termasuk di tempat hiburan malam, seperti karaoke. Dikatakan Sugito, kebijakan yang diambil Pemkab, tempat hiburan malam seperti karaoke diwajibkan tutup selama Ramadan.

Untuk rumah makan diminta menyesuaikan dengan menghormati Ramadan sesuai fatwa MUI. “Tim gabungan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik atau lokasi rawan pelanggaran serta tempat hiburan malam di Kebumen. Dan apabila terjadi pelanggaran akan ditindak tegas,” jelasnya. (K5-32/Suaramerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!