Kilas Berita:

Wakaf Sawah Desa Dikuasai Perorangan

ROWOKELE (www.beritakebumen.info) - Wakaf sawah di Desa Redisari, Kecamatan Rowokele, Kebumen yang sudah terkumpul mencapai 2.166 ubin atau sekitar 4 hektare dikuasai oleh perorangan.

Nadir (pengurus wakaf) resmi yang terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rowokele kesulitan untuk menanyakan hal ikhwal pengelolaan wakaf tersebut. Praktis, laporan pengelolaan wakaf tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Bahkan, kian rumit karena perorangan yang menguasai wakaf sawah itu telah meninggal, baru-baru ini. Dia adalah almarhum Ali. Selanjutnya, diklaim oleh anaknya, Sodikin (50) sebagai pengelola wakaf sawah tersebut. Adapun nadir yang terdaftar di KUA Kecamatan Rowokele ada empat orang, yakni Surur Khomsah, Umar Nasir, Taufik, Rofik, dan Sujud.

Dalam wakaf tersebut masih banyak tertulis nama pribadi, sehingga Surur yang juga mantan sekdes Redisari itu hendak mengurusnya untuk disertifikatkan. Namun sampai sekarang keberadaan tanah wakaf yang diperoleh dari warga dan perantauan asal Desa Redisari itu masih terkatungkatung.

Nama Pribadi

Pada awalnya, sekitar tahun 1975, adanya wakaf sawah itu atas permintaan dari almarhum Ali yang disampaikan di Masjid Al Hikmah Desa Redisari. Wakaf tersebut sedianya untuk operasional Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Hikmah Desa Redisari. Namun mulai 2009, saat wakaf sawah itu dikelola oleh Sodikin, malah menjadi polemik berkepanjangan sampai sekarang.

Hasil wakaf itu pun tidak jelas penggunannya. Bahkan tidak pernah dilaporkan kepada masyarakat. Padahal jika dihitung, hasil panen sawah wakaf seluas 2.166 ubin itu mencapai Rp 70 juta selama setahun. Saat ini yang sudah dikuasai oleh Sodikin selama lima tahun itu dengan total Rp 350 juta. Parahnya, Sodikin masih berulah dengan menjual sawah wakaf itu secara tahunan.

‘’Penjualan sawah wakaf tersebut tanpa bermusyawarah dengan nadir resmi,’’ kata Surur sembari menambahkan, hasil wakaf yang dikuasai Sodikin itu tidak ada yang direalisasikan, baik untuk operasional MI maupun pembangunan masjid. Sementara, Sodikin kini jarang terlihat di lingkungan Desa Redisari sejak menjual sawah wakaf tersebut.

Saat dihubungi Suara Merdeka melalui ponselnya kemarin juga tidak diangkat. Kasi Penyelenggara Syariah pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen Khamid mengaku, akan berkoordinasi dengan Camat Rowokele Maulan dan Pj Kepala Desa Redisari M Sahil. (K5-42/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!