Kilas Berita:

Tolak Pemagaran, Warga Dua Desa Geruduk Koramil

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Puluhan warga Desa Wiromartan dan Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kebumen kembali menggelar aksi penolakan terhadap pemagaran tanah di pesisir selatan yang dilakukan TNI AD.

Aksi digelar dengan mendatangi lokasi pemagaran hingga menggeruduk markas Koramil Mirit. Dari pantauan lapangan, sempat terjadi adu mulut saat puluhan warga mendatangi lokasi pemagaran, karena sedang melakukan ritual selamatan dengan nasi tumpeng.

Warga meminta pekerja menghentikan aktivitas ritual selamatan. Massa yang mulai emosi melakukan aksi cabut patok kayu yang digunakan pekerja sebagai pembatas yang akan dibangun pagar. Melihat aksi massa yang mengambil dan mencabuti patok, membuat beberapa anggota TNI sempat mencegah dan meminta massa tidak melanjutkan aksi tersebut. Tetapi massa yang sudah emosi tidak menghiraukan imbauan tersebut.

Patok kayu yang dicabut warga kemudian dibawa ke markas Koramil Mirit. Kedatangan puluhan warga diterima Pasi Intel Kodim 0709 Kapten Arh M Kholiludin. Perwakilan warga yang juga Kepala Desa Wiromartan Widodo Sunu Mugroho mengatakan, kedatangan warga hanya untuk menyerahkan patok kayu yang diambil warga dari lokasi. Penyerahan patok itu sebagai simbol penolakan warga atas berlanjutnya proses pemagaran di wilayah Desa Wiromartan oleh TNI.

“Sampai saat ini TNI AD tidak memiliki alasan melakukan klaim kepemilikan maupun pemagaran tanah di pesisir Urut Sewu Kebumen. Pada prinsipnya masyarakat sepakat menolak pelaksanaan pemagaran di wilayah Desa Wiromartan sepanjang radius 10 kilometer,” ujarnya.

Sementara itu, Pasi Intel Kodim 0709 Kapten Arh M Kholiludin menerima aspirasi warga. Tapi Kholil menegaskan TNI AD tidak dapat menghentikan prosesnya, karena pemagaran dilakukan pihak pemenang tender proyek pemagaran, yaitu PTMunica Pratama yang beralamat di Semarang. Pihaknya akan menyampaikan aksi kali ini ke atasannya.

Pelaksana lapangan dari PT Munica Pratama Heru Kristiana Yuwana saat ditemui di lokasi mengatakan akan melaporkan aksi yang dilakukan puluhan massa yang telah mencabuti patok kayu yang sudah ditanam oleh pekerja. Meski menilai aksi massa itu sudah menjurus ke tindak pidana, PTMunica Pratama sebagai pemenang proyek belum ada niat melaporkan aksi perusakan ini ke polisi.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Dislitbang TNI AD Mayor Inf Kusmayadi menyampaikan, TNI akan tetap melanjutkan pemagaran di sepanjang 22,5 km mulai Kecamatan Buluspesantren hingga Mirit. Dari total 22,5 km lahan yang akan dipagar, tahun ini realisasi pemagaran sudah mencapai 50 persen. Untuk Kecamatan Bulupesantren belum dilakukan pemagaran, meliputi Desa Setrojenar, Brecong.

Sedangkan Kecamatan Ambal yang belum dipagar Desa Petangkuran dan Entak. Sedangkan untuk Kecamatan Mirit yang masih tersisa adalah Desa Mirit, Lembupurwo dan Wiromartan. “Rencana tahun ini akan dilanjutkan program pemagaran,” ujar Mayor Kusmayadi. (J19-32/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!