Kilas Berita:

Petani Cendana di Kebumen Resah

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Keresahan yang dialami petani cendana di berbagai daerah, ternyata juga dirasakan petani cendana di Kabupaten Kebumen. Pasalnya hingga saat ini pihak perusahaan belum sepenuhnya menjalankan kesepakatanya.

Kepastian pembelian hasil produksi berupa minyak cendana juga tidak jelas penjualannya. Beberapa petani cendana yang menjadi mitra CV Jaya Kusuma Lampung Tengah, mengakui ragu dengan kelangsungan hasil panen tanaman cendana yang telah ditanam tiga tahun. Tanaman tersebut merupakan pohon cendana jenis India yang dikembangkan di Punggur, Lampung Tengah, oleh CV Jaya Kusuma.
Salah salah petani Cendana H Siswandi (55) warga RT 3 RW 7 Desa Kebagoran Kecamatan Pejagoan mengatakan, pertama kali menanam pohon cendana dan bermitra dengan CV. Jaya Kusuma sebanyak 20 pohon dengan harga bibitnya Rp 50 ribu perpohon. Awalnya, dirinya tertarik dengan cendana karena mendengar gambaran keuntungan yang disampaikan oleh CV. Saat itu dijelaskan bahwa setelah tiga tahun tanaman cendana akan bisa dipanen, baik daun, bunga atau rantingnya dengan harga Rp 45 ribu perkilo.

“Siapapun pasti tergiur dengan keuntungan yang dijanjikan itu banyak,” terangnya, Senin (4/5).

Saat itu, CV. Jaya Kusuma menjanjikan bunga dan rantingnya, batang pohon cendana juga laku Rp 60 ribu perkilo, setelah tanaman tersebut berumur 20 tahun. Siswandi menjelaskan dulu mereka mengatakan pada saat pemanenan, maka mobil ber AC dari perusahaan akan datang ketempat dimana tanaman tersebut ditanam. Kemudian begitu daun cendananya dipetik akan langsung dimasukan dalam mobil tersebut.

“Bahkan kabarnya dulu CV. Jaya Kusuma juga akan membangun penyulingan miyak cendana di wilayah Pulau Jawa,” katanya.
Selama menaman cendana akunya, dia hanya baru sekali menjual itupun harganya hanya Rp 40 ribu untuk daun bunga dan ranting yang telah kering. Saat itu dia hanya menjual enam kilogram dan mendapatkan uang sebanyak Rp 240 ribu.

“Ya jelas rugi, untuk beli bibitnya saja habis Rp 1 juta,” jelasnya.

Nasib yang sama juga dialami oleh petani cendana lainnya Sodiran (67) Warga Rt 3 Rw 3 Desa Kebagoran Kecamatan Pejagoan. Ketikan ditemuai dirumahnya, Tumini (60) istri Sodiran mengatakan, kalau suaminya menanam sebanyak 50 pohon cendana. Dijelaskannya, setiap petani yang membeli bibit cendana pasti diberi sertifikat. Pasalnya kalau tidak mempunyai sertifikat maka tidak akan bisa menjual hasil panennya.

“Suami saya menghabiskan uang Rp 2,5 juta untuk membeli bibit cendana,” terangnya. (mam/uje/radarbanyumas)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!