Kilas Berita:

Longsor Kembali Terjang Bantaran Luk Uloo

BULUSPESANTREN (www.beritakebumen.info) - Longsor kembali menerjang bantaran Sungai Luk Ulo. Kali ini terjadi di RT 3 RW 2 Dukuh Wanatawang, Desa Rantewringin, Kecamatan Buluspesantren. Tepatnya, 200 meter sebelah selatan jembatan Sasak.

Longsor sepanjang 20 meter tersebut mengakibatkan tanggul bibir sungai Sungai Luk Ulo semakin mendekati rumah warga. Bahkan terdapat salah satu rumah warga yang kini sudah berada di bibir tanggul dan nyaris roboh. Bukan hanya itu, longsor tersebut juga sudah merobohkan dapur milik Marjoko (33) dan penggilingan padi milik H Mahrur, yang berada tepat diatas lokasi tersebut.
Marjoko menjelaskan, longsor tersebut terjadi sebanyak dua kali. Pertama pada Januari dan disusul longsor berikutnya pada Maret. Kejadian itu berawal saat Sungai Luk Ulo banjir akibat hujan deras yang terus mengguyur. Setelah banjir surut, maka tanah di atas tanggul Sungai Luk Ulo kemudian merekah.
Selang beberapa saat, bongkahan tanah tersebut bergerak ke arah barat, dan tenggelam di aliran Sungai Luk Ulo dalam sekejap. “Kejadian itu terjadi di sore hari dan sangat singkat. Bahkan ketika tanah itu bergerak kondisinya masih utuh, sehingga seperti bongkahan besar yang bergerak,” terangnya.
Sementara longsor Maret membuat kondisi rumah Marjoko semakin memprihatinkan dan membahayakan jika tetap dihuni. Pasalnya letak rumah tersebut saat ini sudah berada tepat di atas tanggul Sungai Luk Ulo. Bahkan dapur rumah tersebut kini sudah hilang. Meskipun demikiaan rumah itu tetap dihuni. “Ya kalau mau pindah. Pindah kemana?” tuturnya.
Kepala Desa setempat Irfan, menjelaskan kondisi tanah bantaran Sungai Luk Ulo tergolong labil. Dari waktu kewaktu, sungai tersebut kerap berpindah tempat. Ketika terjadi longsor di sebelah timur, maka luas tanah di sebelah barat akan bertambah begitu pula sebaliknya. maka dari itu dalam sejarahnya sungai luk ulo memang bisa berpindah-pindah. Kadang geser ke barat dan terkadang geser ke timur.
Dijelaskannya, longsor tersebut sudah pernah disurvei Pemkab Kebumen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Balai PSDA Probolo. Agar longsor tidak semakin meluas dia berharap pemerintah Kabupaten Kebumen melakukan perbaikan dengan cara memberi bronjong. Pasalnya jika tidak segera ditangani dikhawatirkan akan berdampak pada bencana yang lebih besar. “Saya mengharap Pemkab Kebumen melakukan perbaikan dengan beronjong,” paparnya. (mam/nun/radarbanyumas)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!