Kilas Berita:

Keputusan DPRD atas LKPj Bupati; Pertanian Gagal Penuhi Target

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Penanganan masalah pertanian selama pemerintahan Bupati Buyar Winarso-Wakil Bupati Djuwarni dianggap kurang optimal.

Porsi anggaran untuk urusan pertanian APBD 2014 pun dinilai sedikit, yakni hanya Rp 9,3 miliar. Sedangkan sejumlah program pertanian di daerah agraris ini gagal memenuhi target.

Antara lain program peningkatan produksi pertanian / perkebunan dan indikator kinerja program prosentase pertumbuhan PDRB yang targetnya mencapai 20 persen hanya terealisasi 16,55 persen serta program peningkatan penerapan teknologi pertanian / perkebunan, indikator kinerja program tingkat pengguna teknologi tepat guna yang targertnya 80 persen hanya terealisasi 70,98 persen.

Dan masih ada target yang tidak tercapai lagi yaitu program peningkatan kesejahteraan petani dan indikator kinerja program akses terhadap kredit usaha pertanian. Program tersebut dengan target 55 persen, sedangkan realisasinya hanya 50 persen.

“Pertanian semestinya menjadi prioritas yang harus terus dikembangkan karena hal ini juga merupakan bagian dari visi misi dari rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) yang berbasis agrobisnis,” kata Ahmad Chaeroni, saat membacakan penyampaian keputusan DPRD tentang rekomendasi DPRD terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban akhir tahun anggaran 2014 dan akhir masa jabatan (LKPJ-AMJ) Bupati Kebumen tahun 2010 – 2015 di rapat istimewa DPRD, Kamis (30/4).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Cipto Waluyo itu dihadiri Wakil Bupati Djuwarni dan Sekda Adi Pandoyo. Ketua Pansus LKPJ-AMJ, Muhsinun menyayangkan ketidakhadiran Bupati Buyar Winarso dalam rapat istimewa tersebut.

Penurunan Drastis

Menanggapi tidak tercapainya sejumlah program pertanian di kabupaten ini, lanjut Muhsinun, salah satu penyebabnya karena porsi anggaran yang kecil. Selain itu proporsi jaringan irigasi masih kurang, karena baru 60 persen yang ditingkatkan. Akibatnya, produk unggulan pada pertanian di Kebumen mengalami penurunan. Bahkan hortikultura mengalami penurunan drastis, di mana pada 2013 produksi pepaya mencapai 14.837,10 ton, pada tahun 2014 turun menjadi 9.302,00 ton.

Penurunan produk holtiikultura itu akibat serangan jamur phythopthora. Produk hortikultura lain yang turun diantaranya tomat dan ketimun. Adapun untuk tanaman pangan yang mengalami penurunan pada tahun 2014 berupa jagung, kacang tanah dan ubi kayu. Sedangkan padi (sawah dan gogo), kedelai serta kacang hijau dan ubi jalar mengalami kenaikan pada tahun yang sama. DPRD menganggap perlu adanya keterbukaan informasi publik dari eksekutif.

Pasalnya, dari setiap melakukan pembahasan anggaran dengan DPRD, eksekutif selalu menyampaikan keterbatasan dana dan kecilnya keuntungan anggaran yang di simpan di bank (acress). Penyampaian tersebut bertolak belakang dengan realisasi yang ada, di mana mengalami surplus (sisa anggaran) yang fantastis mencapai Rp 143,395 miliar.

DPRD juga menemukan adanya perhitungan dalam LKPJAMJ yang seolah-olah ada dana menguap, di mana tertulis anggaran Rp 868,810 juta dengan realisasi Rp 705,933 juta, namun sisa anggaran hanya Rp 23,127 juta yang kemudian dikembalikan ke kas daerah. “Mestinya sisa Rp 139,749 juta, bukan Rp 23,127 juta,” kata Muhsinun. (K5-78/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!