Kilas Berita:

Jalan Wonosari-Kembaran Rusak

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kondisi Jalan Wonosari-Kembaran dari mulai Pasar Hewan Kebumen ke arah selatan sudah rusak. Namun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kebumen hingga kini belum memperbaiki jalan tersebut.

Bahkan gorong-gorong yang ambrol di sepanjang jalan itu masih dibiarkan menganga, sehingga dipasang tanda oleh warga sebagai pengamanan pengguna jalan yang melintas. Seperti gorong-gorong di Desa Jogopaten, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen. Kerusakan jalan dan goronggorong di desa yang dipimpin Suripto Hadi Wasono itu pun sulit dilalui kendaraan roda empat. Sejumlah pengguna jalan terpaksa balik arah untuk menghindari terperosok ke dalam lubang gorong-gorong yang ambrol tersebut.

“Kami mohon DPU segera memperbaikinya, karena jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat. Terutama bagi pedagang hewan yang membawa dagangannya menggunakan mobil,” kata Maskur (31), salah satu pedagang hewan asal Desa Jogopaten. Jalan Wonosari-Kembaran sepanjang 8,5 km itu berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kebumen, Kecamatan Buluspesantren, dan Kecamatan Ambal.

Kabid Bina Marga pada DPU Kabupaten Kebumen Haryono Wahyudi mengemukakan, saat ini memang belum melaksanakan kegiatan, karena masih proses lelang. Kendati demikian untuk prioritas penanganan jalan yang rusak itu sudah diprogramkan. Selanjutnya setelah proses lelang selesai akan direalisasikan.

Salah satunya menangani kerusakan Jalan Wonosari-Kembaran. “Tahun ini kami meneruskan perbaikan dari arah selatan. Karena sebagian sudah diperbaiki. Termasuk akan menangani jembatan di Desa indrosari Kecamatan Buluspesantren dan gorong-gorong yang ada di sepanjang jalan tersebut,” jelasnya.

Dana Bervariasi

Untuk dana yang disiapkan sekitar Rp 3 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) infrastruktur. DPU yang telah mendapat usulan dari berbagai desa itu juga akan menangani kerusakan Jalan Wonosari-Sruni sepanjang 4,3 km.

Selain itu Jalan Gentan-Mirit, Kambalan-Ambal, dan Tamanwinangun- Bocor. Kali ini, penanganan yang bersumber dari dana bantuan provinsi (Banprov) itu juga terdapat di Jalan Tembana-Peniron, dan Karanggayam-Kebakalan. “Alokasi dananya bervariasi dari Rp 1 miliar-Rp 5 miliar,” kata Yudi, panggilan akrab Haryono Wahyudi itu.

Tidak hanya menangani jalan yang rusak, DPU juga merencanakan perbaikan jembatan, antara lain jembatan Roworejo-Sumberadi, jembatan Seboro, jembatan Purbowangi, jembatan Kemukus atau bendungan, jembatan Sidoagung Sruweng, dan jembatan Pesuningan Prembun dengan alokasi dana masing-masing titik berkisar Rp 500 juta-Rp 3,3 miliar.

Yudi menandaskan, dari sepanjang 958 km jalan kabupaten yang ada, pihaknya mengutamakan penanganan jembatan atau pelat decker. Selanjutnya menangani lapisan pengerasannya. Untuk beberapa ruas jalan, pihaknya mempertimbangkan kejadian saat pengalihan arus dari Pantura ke jalur selatan menyusul kerusakan jembatan Comal. (K5-32/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!