Kilas Berita:

Tiga Kakak Beradik Hidup Terlunta-lunta

ALIAN (www.beritakebumen.info) - TIGA kakak beradik Chaerul Arifin (11), Robby Firmansyan (9), dan Achmad Miftahudin (7) hidup terlunta-lunta sejak usia balita. Ibunya, Priswatmi (31) mengalami gangguan jiwa, sedangkan ayahnya, Bera (36) meninggalkan keluarganya sejak lima tahun silam.

Kini, tiga kakak beradik itu ikut neneknya, Kasilah (63), seorang janda yang tidak memiliki penghasilan. Mereka yang bertempat tinggal di Desa Surotrunan, Dukuh Era Karangsruni, RT 4 RW 2, Kecamatan Alian, Kebumen pun hidup dari belas kasihan tetangga.

Neneknya sempat meminta tiga kakak beradik yang masih duduk di bangku SD Seliling 2 Alian itu keluar sekolah, karena tidak memiliki biaya. Namun atas desakan Kepala SD Seliling 2 Drs Supandi SH disuruh tetap sekolah.

Bahkan pihak sekolah membelikan seragam dan sepatu beserta alat tulis. Sehingga anak-anak itu masih bisa mengenyam bangku sekolah hingga saat ini. Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Surotrunan Nur Salim mengemukakan, kondisi tiga kakak beradik itu memang memprihatinkan.

”Selama ini kami berusaha menggalang iuran bulanan untuk membantu meringankan beban keluarga nenek Kasilah,” kata Nur Salim yang juga Ketua Padepokan Seni dan Budaya Brawijaya Kebumen itu. Kendati demikian, keluarga tersebut masih membutuhkan bantuan dari pihak terkait.

Terutama mendapat program keluarga harapan (PKH). Sayangnya, keluarga Kasilah tidak mendapatkannya. Saat ditanyakan kepada Kepala Desa Surotrunan Khanifudin Khamdan, ternyata tidak masuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kebumen yang menjadi acuan penerimaan program tersebut.

Merawat Anak

Di samping itu, keluarga Kasilah juga berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk menangani Priswatmi yang mengalami gangguan jiwa. ”Keluarga berharap dibantu pengobatan secara medis agar Priswatmi sembuh, sehingga bisa merawat anak-anaknya,” kata Kasilah.

Sebelumnya Priswatmi sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Magelang delapan tahun silam dan sembuh. Namun pihak keluarga tidak mampu menebus obat di apotek sesuai resep dokter di RSUD Magelang, sehingga kambuh lagi.

Kepala Bidang Sosial pada Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Kebumen Muh Rosyid mengemukakan, mestinya keluarga Kasilah dimasukkan dalam pendataan agar bisa mendapatkan bantuan dari PKH.

Dan pihak desa diminta mengurusnya. ”Pendataan itu juga agar mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP),” jelas Rosyid sembari menambahkan, pendataannya dilakukan perangkat desa.

Terkait dengan Priswatmi yang mengalami gangguan jiwa dan kesulitan biaya, pihak desa seharusnya mengurus BPJS agar keluarga bersangkutan mendapatkan penanganan secara medis dan mendapat keringanan biaya. Rabu (1/4), pihak terkait membawa Pristilah ke RSJ Magelang menggunakan ambulans dari Puskesmas Pejagoan. (Arif Widodo-32/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!