Kilas Berita:

Sawah di Sejumlah Desa Selalu Kebanjiran

BONOROWO (www.beritakebumen.info) - Sawah di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Bonorowo bertahun-tahun selalu kebanjiran. Sejumlah desa itu yakni Balurejo, Pujodadi, Ngasinan, dan Tlogorejo.

Bahkan sebagian juga terjadi di Desa Bonjok Kidul dan Rowosari. Atas kondisi tersebut, para petani di Bonorowo yang didampingi Sudiyono dan Bintang Bawono dari Forum Masyarakat Sipil (Formasi) beraudiensi dengan Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen, baru-baru ini. Petani di desa tersebut hanya bisa panen padi satu kali setahun. Itu pun dengan hasil yang tidak optimal. “Saat ini yang masih terjadi hujan, kondisi sawahnya kebanjiran, sedangkan saat kemarau tidak teraliri irigasi,” ungkap Sudiyono di hadapan Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen yang dipimpin Sudarmaji itu.

Pihaknya berharap ada pembuangan air di Silarang sampai ke Patuk. Saat ini telah dianggarkan Rp 5 miliar dan diharapkan kondisi sawah yang selalu kebanjiran itu bisa ditangani. Audiensi yang dipandu Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen Akhsin itu dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Puji Rahayu, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Djoenedi Fatchurrahman, Kepala Badan Ketahanan Pangan Gunadi, serta perwakilan dari sejumlah bank.

Dalam kesempatan tersebut juga mengundang perwakilan petani di 26 kecamatan yang ada di kabupaten berslogan Beriman ini. Bintang Bawono yang menggagas audiensi itu pun sempat menyinggung kurang fokusnya dengar pendapat tersebut.

Aspirasi Peserta audiensi memang menyampaikan aspirasi yang berbeda-beda. Bintang mengkhawatirkan terjadi kontraproduktif dengan aspirasi yang telah disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Seperti Kades Jladri, Kecamatan Buayan, Sarman, yang menyampaikan adanya abrasi laut yang mengakibatkan tanggul jebol sepanjang 400 meter dan melenyapkan sawah sekitar. Sutrisno, petani asal Mirit meminta agar sawah yang gagal panen karena terendam air mendapatkan asuransi. “Di Kecamatan Mirit terdapat di Desa Sitibentar, Mirit, Selotumpeng, Mergonayanan, Singoyudan, dan Rowo,” katanya.

Di wilayah tersebut, tanam dilakukan sebanyak empat kali. Namun hanya sekali panen dan masih terkena walang sangit. Pihaknya berharap irigasi di Kecamatan Mirit itu bisa lancar sehingga tanam yang dilakukan berkali-kali itu juga sampai memetik hasilnya.

Petani lainnya di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian menyampaikan belum adanya bantuan untuk penanganan irigasi anak Sungai Kedungbener. Menurut Edi, petani setempat, ada sepanjang 900 meter di anak sungai tersebut yang perlu dibronjongisasi. Petani di Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, Yuliono berharap kepada Pemkab untuk mensupport pengembangan pertanian lada, kopi, dan mrica.

Begitu juga keinginan yang disampaikan Agus dari Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung. Sedangkan Kades Kedunggong Kecamatan Sadang, Ikem Suwarni menyampaikan pengembangan agrowisata berupa durian di lahan seluas 7 hektare. Untuk pengembangannya, Ikem meminta agar difasilitasi pihak terkait. Sementara itu, Sukamsi dari Kecamatan Ayah berharap ada CSR dari perbankan yang melirik wilayah pantai yang terdapat pegunungan. Diantaranya penanaman mangrove untuk pelestarian lingkungan dan penghijauan. (K5-78/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!