Kilas Berita:

Ratusan Warga Gelar Mujahadah dan Teatrikal

BULUSPESANTREN (www.beritakebumen.info) - Warga Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen memeringati empat tahun bentrok antara TNI AD dengan petani, Kamis (16/4). Tragedi yang terjadi pada 16 April 2011 itu, diperingati dengan menggelar mujahadah dan aksi teatrikal.

Ratusan warga Desa Setrojenar berkumpul di lapangan desa yang berada persis di depan Kantor Perwakilan Dislitbang TNI AD. Doa bersama dipimpin Kiai Imam Zuhdi dan diikuti semua warga, baik laki-laki, perempuan, anakanak hingga orang dewasa.

Tampak Ketua Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS) Seniman, Pengasuh Pondok Pesantren Daldiri, Kiai Syaifuddin Daldiri dan sejumlah tokoh Desa Setrojenar. Usai doa bersama, acara dimeriahkan performing art mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dan aksi teatrikal yang dilakukan warga dan pemuda Desa Setrojenar.

Aksi teatrikal itu membuka ingatan kolektif petani Setrojenar terkait bentrok yang terjadi antara TNI AD dan para petani. Pada saat itu, korban luka tembak peluru karet dan korban penganiayaan yang harus dirawat di RSUD Kebumen sebanyak 14 orang yakni Samsudin, Kusriyanto, Mustofa, Surip Supangat, Sarwadi, Aris Panji, Mulyanto, Ilyas, Kasantri, Martijo, Bajuri, Ahyadi, Samirin dan Sarmo. Adapun 12 sepeda motor yang rusak terdiri atas berbagai merek, antara lain Yamaha, Honda, Kawasaki dan Suzuki.

Buntut dari kejadian itu, enam orang warga diajukan ke pengadilan dan divonis menjalani hukuman penjara dalam perkara perusakan gapura milik Dislitbang TNI AD dan penganiayaan terhadap warga Ambal pengantar logistik TNI AD. Sejumlah warga tampak menangis saat menyaksikan aksi teatrikal itu.

Hak Rakyat

Ketua Panitia Paryono mendesak TNI mengembalikan hak tanah kepada masyarakat yang berhak. Selain itu, dia juga mendesak agar TNI AD menghentikan pemagaran di tanah milik rakyat. Dia menilai pemagaran itu hanya akan menjadi pemisah antara TNI dengan rakyat.

“Kegiatan ini sebagai salah satu usaha menjaga ingatan kolektif warga atas tragedi yang tanpa ada penyelesaian hukumnya,” ujar Paryono. Ketua FPPKS Seniman menambahkan melalui peringatan itu, petani di Urut Sewu, khususnya Desa Setrojenar terus memperjuangkan tanah rakyat yang saat ini, diklaim milik TNI AD.

Bukti ontentik kawasan tersebut tanah rakyat adalah bangunan pengintai, dibangun TNI AD di atas tanah bersertifikat atas nama Mihad tahun 1969 dengan buku tanah tahun 1963. Untuk tragedi 16 April 2011, imbuh dia, sampai saat ini masih belum terselsaikan secara hukum.

Antara lain kasus perusakan 12 motor milik petani dan pelaku penganiayaan kepada masyarakat sampai saat ini tidak pernah diadili. Ke depan, kata Seniman, yang bisa dilakukan masyarakat, melakukan penguatan diri sendiri untuk melawan, mempertahankan hakhak masyarakat. (J19-32/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!