Kilas Berita:

Pengedar Ganja Ditangkap

GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Kebumen menangkap seorang yang diduga sebagai pengedar narkotika golongan 1 jenis ganja kering, baru-baru ini. Tersangka bernama Wahyu (23) warga Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong, tertangkap di sebuah rumah kosong di Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong, sekira pukul 17.00. Selain menangkap tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu paket ganja kering yang terbungkus plastik bening sekitar 4 gram. Kemudian ponsel merek Evercoss warna hitam dan celana pendek jeans warna biru.

Kapolres Kebumen AKBP Faizal melalui Kasubag Humas AKP Wisidi menjelaskan, tersangka diduga menjadi perantara dan membawa, menguasai satu paket ganja kering titipan dari seorang bernama inisial AB sehari sebelumnya. Barang terlarang tersebut untuk dijualkan dengan harga Rp 200.000. “Tersangka tertangkap tangan saat akan melakukan transaksi kepada orang lain. Barang bukti tersebut diamankan dari tersangka yang disimpan di saku celana,” ujar AKP Wisidi kepada wartawan, kemarin.

Proses Pemeriksaan Saat ini, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu masih dalam proses pemeriksaan dan ditahan di Mapolres Kebumen. Sedangkan pria berinisial AB masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Untuk tersangka AB masih dalam pengejaran petugas,” imbuh Wasidi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat karena telah melanggar pasal 114 ayat (1) atau pasal 111 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumurhidup atau penjara 5-20 tahun dan denda Rp 1 miliar sampai dengan Rp 10 miliar. Sebelumnya, anggota Sat Resnarkoba mengamankan seorang Ahmad Muhaemi (22) warga Desa Mangunharjo, Adimulyo yang disangka sebagai pengedar obat keras daftar G tanpa hak dan tanpa resep dokter. Obat yang diedarkan ialah Hexymer dan Trihexyphenidyl. Barang bukti yang diamankan di rumah tersangka berup obat Hexymer 610 butir, Trihexyphenidyl 110 butir, botol plastik bekas tempat obat Hexymer, dan tiga pak plastik klip kecil. Tersangka sengaja mengedarkan obat tersebut sudah berjalan dua bulan dan sudah sembilan kali belanja obat tersebut di Jakarta. Setiap kali belanja biasanya membungkus 700 butir dengan harga harga Rp 700/butir. Obat itu dijual dengan harga Rp 1.500-Rp 2.000/butir. “Hasil koordinasi dengan dokter, kedua merk obat tersebut merupakan obat untuk penyakit parkinson dan dijual harus dengan resep dokter ahli saraf dan ahli jiwa,” kata Wasidi menyebutkan tersangka diduga telah melanggar pasal 196 Undng-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun. (J19-78/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!