Kilas Berita:

Mahasiswa Tuntut Pasar Sruni Dinonaktifkan

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Mahasiswa yang tergabung dalam PMII Kabupaten Kebumen mendatangi Gedung DPRD, Senin (6/4). Mereka beraksi dengan membawa spanduk dan pengeras suara untuk membela pedagang Pasar Sruni, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen.

Dalam unjuk rasa tersebut juga terdapat pedagang yang tergabung dalam Kelompok Pasar Sruni (KPS). Aparat kepolisian menghalau aksi mereka di depan pintu gerbang masuk gedung wakil rakyat tersebut.

Pada saat itu tengah berlangsung rapat paripurna penyampaian laporan Panitia Khusus (Pansus) yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Miftahul Ulum. Karena membuat gaduh pelaksanaan paripurna, Miftahul Ulum bergegas memperingatkan pengunjuk rasa agar tidak menggunakan pengeras suara. Sempat beradu argumen, pengunjuk rasa akhirnya diperbolehkan masuk setelah rapat paripurna rampung.

Bayu Winarso, koordinator aksi dari perwakilan mahasiswa menuntut agar Pasar Sruni dinonaktifkan sebelum permasalahan penempatan pedagang setempat diselesaikan oleh pihak terkait. ‘’Uang yang sudah diserahkan juga harus dikembalikan, karena kami tahu, bahwa penempatan kios maupun los pasar itu gratis,’’ tandas Bayu saat beraudiensi dengan wakil rakyat di ruang rapat paripurna lantai dua Gedung DPRD Kabupaten Kebumen.

Rapat masih dipimpin oleh Miftahul Ulum didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Bagus Setiyawan, Ketua Komisi C Halimah Nurhayati beserta Sekretaris Komisi C Marifun dan Ketua Komisi B Sudarmaji beserta Sekretaris Akhsin.

Beda Data

Miftahul Ulum mengatakan, tuntutan menonaktifkan Pasar Sruni justru memberatkan pedagang. Terlebih, beberapa saat nanti menghadapi puasa dan Lebaran yang berarti waktunya panen bagi pedagang. ‘’Kalau pedagang yang ikut audiensi ini saja sudah tidak berjualan, lalu bagaimana jika Pasar Sruni dinonaktifkan? Ada berapa banyak pedagang yang tidak bisa berjualan,’’ jelasnya.

Bagi politisi PKB itu, yang terpenting saat ini menyelesaikan masalah hingga tuntas. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kebumen Azam Fatoni menyampaikan masih ada delapan pedagang yang belum mengambil nomor kios maupun los.

Namun data dari KPS mencapai 40 pedagang yang belum mendapatkan kios maupun los. Perbedaan data lainnya terkait jumlah pedagang. Menurut Kepala UPT Pasar Kebumen Suhaji, ada 724 pedagang sebelum Pasar Sruni dibangun. Namun data dari KPS yang diketuai Siti Fahrijah hanya 360 pedagang.

‘’Untuk sekarang terdapat 757 pedagang yang menempati kios, los, dan lesehan,’’ imbuh Suhaji yang masih dimentahkan datanya oleh KPS. Kabid Pasar pada Disperindagsar Kabupaten Kebumen Sigit Basuki menjelaskan, pendataan pedagang dengan menggunakan nama jelas tidak akurat.

Pasalnya, satu nama ada yang memiliki tiga atau empat kios maupun los. Dan pihaknya mengakomodasi pedagang yang sebelumnya masih di luar pasar untuk dimasukkan ke dalam pasar. Perbedaan data dan penyelesaian penempatan pedagang Pasar Sruni tersebut akhirnya dikroscek satu sama lain dalam penyelesaian penempatan pedagang tersebut. (K5-42/SUaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!