Kilas Berita:

Gerakan Melawan Lupa

BULUSPESANTREN (www.beritakebumen.info) - DALAM pandangan aktivis pergerakan sosial asal pesisir selatan Kebumen, Seniman Martodikromo, negara Indonesia saat ini menderita penyakit lupa.

Pemerintahnya juga seperti itu, mengapa? Karena sudah ada konstitusi negara lebih fokus mengatur masalah tanah, tetapi justru pemerintah membuat kebijakan baru yang melemahkan rakyat. Hal itu disampaikan Seniman terkait sengketa tanah yang terjadi di kawasan Urut Sewu Kebumen. Negara seperti tidak pernah hadir untuk menyelesaikan persoalan yang bertahun-tahun tersebut.

Maka masyarakat pun dipaksa melakukan perlawanan untuk mempertahankan hak mereka. Untuk itu, melalui gerakan rakyat Urut Sewu, Seniman yang merupakan Ketua Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS) terus memperjuangkan tanah rakyat yang saat ini diklaim TNI AD.

“Bukti otentik kawasan Urut Sewu tanah rakyat, yakni bangunan pengintai dibangun TNI AD di atas tanah bersertifikat atas nama Mihad tahun 1969 dengan buku tanah tahun 1963,” kata Seniman di sela-sela peringatan empat tahun bentrok TNI dengan petani di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Kamis (16/4).

Seniman juga mengingatkan masyarakat untuk melawan penyakit lupa. Salah satunya, dengan menggelorakan perjuangan mempertahankan tanah melalui media alternatif. Salah satunya, dia menyusun kronologi gerakan rakyat di Urut Sewu yang diterbitkan dalam bentuk buletin.

Pembagian Tanah

Gerakan dimulai sejak Kadipaten Ambal 1830-1871 mengenai kebijakan pembagian tanah dengan sistem galur larak. Kemudaian masa kolonial 1932, orde lama, orde baru, masa pembebasan tanah jalur lintas selatanselatan (JLSS) Daendels, pembebasan JLSS Diponegoro, tragedi 16 April 2011, hingga penolakan tambang dan sertifikasi tanah hak pakai oleh TNI.

“Ini upaya melawan lupa, bagaimana perjuangan rakyat dalam mempertahankan tanah,” ujar warga Ambal tersebut. Seniman melihat pemerintah daerah hingga pemerintah pusat belum mengakomodasi apa-apa yang diusulkan petani di Urut Sewu.

Persoalan di Urut Sewu pun sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo, mengingat masalah itu sudah menjadi persoalan rakyat dan negara. “Rakyat sebagai pemilik negara, sementara negara yang harus melindungi rakyatnya,” ujarnya. (Supriyanto- 32/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!