Kilas Berita:

59 Pemandu Karaoke Dites HIV/AIDS

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sebanyak 59 pemandu lagu (PL) karaoke di Kabupaten Kebumen dites HIV/AIDS, Rabu (8/4). Mereka juga mendapat pembinaan dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kebumen.

Dari 59 PL yang sebagian masih remaja itu terdiri atas sembilan PL di tempat karaoke Kebumen dan 10 di Sruweng. Untuk 19 PL tersebut mengikuti tes HIV/AIDS dan pembinaan dari KPA di Kantor Satpol PP Jalan Indrakila Kebumen. Adapun 40 PL yang ditertibkan dari tempat karaoke di Gombong, mengikuti tes HIV/AIDS dan pembinaan dari KPA di Hotel Grafika Gombong. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

PL yang dites HIV/AIDS itu diambil sampel darahnya. Mereka juga diberi kesempatan untuk melakukan konsultasi di ruang terpisah.

Kasatpol PP RAI Ageng Sulistyo Handoko melalui Kabid Penegakan Perda, Sugito Edi Prayitno mengatakan, tes ini dalam rangka mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS.
”Pemandu lagu yang ditertibkan Satpol PP ini sebagian dari luar kota. Bahkan untuk tempat karaoke di Sruweng semuanya dari luar Kebumen,” katanya.

Harus Berizin

Lebih lanjut, pemandu lagu seharusnya berizin terkait izin kerja malam bagi perempuan mulai pukul 22.00 hingga pukul 07.00. Pekerja tersebut bisa diangkat sebagai karyawan tempat karaoke maupun disediakan oleh pihak luar yang memiliki badan hukum.

Jadi, tidak ada istilah free, di mana bisa berpindah-pindah untuk menjadi pemandu lagu di tempat karaoke satu dan lainnya.

Sugito menjelaskan, kegiatan ini akan dilakukan secara rutin. Bagi PL yang sudah dites dan diberi pembinaan diminta mengurus izin kerja malam bagi perempuan. Jika membandel maka akan diambil langkah-langkah secara hukum dengan ancaman pidana tiga bulan dan denda maksimal Rp 50 juta.

Sekretaris KPA Kebumen, Siti Nuriyatun Fauziyah yang juga Kabag Kesra Setda Pemkab Kebumen, mengimbau agar masyarakat berhati-hati. ”Jangan sampai tertular dan menularkan HIV/AIDS,” katanya.

Untuk mengetahui gejala penyakit tersebut antara lain demam berkepanjangan lebih dari tiga bulan, diare kronis lebih dari satu bulan, dan penurunan berat badan lebih dari 10 persen selama sebulan bukan karena diet. Virus berbahaya tersebut berada di dalam darah, cairan vagina, dan sperma.

Penularan paling mudah melalui kontak seksual. Selain itu kontak darah lewat jarum suntik. ”Untuk keringat dan air liur tidak menular. Begitu juga bersentuhan atau berjabat tangan,” jelas Inung, panggilan akrab Siti Nuriyatun Fauziyah itu. Dan satu-satunya cara untuk mengetahui terkena atau tidak yakni dengan tes HIV/AIDS. (K5-78/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!