Kilas Berita:

Warga Wiromartan Demo Tolak Pemagaran Lahan

MIRIT (www.beritakebumen.info) - Rencana pemagaran lahan yang dilakukan TNI AD di pesisir selatan Kebumen kembali mengundang penolakan sebagian warga. Penolakan dilakukan puluhan warga Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit, dengan menggelar aksi demontrasi, baru-baru ini.

Dalam aksi itu warga menegaskan akan melakukan apapun untuk mencegah TNI AD melanjutkan pemagaran tanah di wilayah Desa Wiromartan. Para peserta aksi yang merupakan petani dan ibu rumah tangga mengikuti unjuk rasa sembari membawa sak yang ditulisi berbagai kata-lata.

Antara lain ”Tolak Pemagaran TNI”, TNI Tidak Punya Tanah, Itu Tanah Rakyat”, ”Jangan Ganggu Tanah Leluhur Kami !!!”, ”Kasihan Wong Cilik”. Aksi yang mendapatkan pengawalan dari personel Polres Kebumen itu berjalan lancar. Warga sempat membakar dua bekas ban mobil. Warga kecewa lantaran Sekretaris Daerah (Sekda) Adi Pandoyo tidak datang ke lokasi tersebut. Tampak Camat Mirit Ngaisom hadir dan memberikan sambutan.

Kepala Desa Wiromartan Widodo Sunu Nugroho menegaskan, sampai saat ini TNI AD tidak memiliki alasan untuk melakukan klaim kepemilikan maupun pemagaran tanah di pesisir Urut Sewu Kebumen. Prinsipnya, masyarakat sepakat menolak pelaksanaan pemagaran di wilayah Desa Wiromartan sepanjang radius 10 kilometer.

”Jika tidak ada keberanian dari pemerintah untuk menegakkan keadilan dan memenuhi hak rakyat, maka kami akan turun dengan cara sendiri. Saya tidak peduli lagi dengan posisi saya sebagai kepala desa,” tandasnya menyebutkan dia mengemban amanat masyarakat apapun resikonya akan dihadapi.

Batas Lapangan

Ditemui terpisah, Kepala Perwakilan Dislitbang TNI AD Mayor Inf Kusmayadi mengatakan, TNI akan tetap melanjutkan pemagaran di sepanjang 22,5 km mulai Kecamatan Buluspesantren hingga Mirit.

Terkait adanya unjuk rasa dari sebagian masyarakat yang menolak, itu dinilai sebagai hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Kusmayadi menjelaskan, pembangunan pagar itu berfungsi untuk pengamanan. Sekaligus melindungi masyarakat dari bahaya saat dilaksanakan latihan TNI AD. Selain itu, pagar itu juga manandai batas terluar lapangan tembak TNI AD.

”Prinsipnya kebaradaan pagar itu tidak menghalangi aktivitas warga setempat, karena diberi akses di banyak titik yang jaraknya tidak berjauhan,” ujar Kusmayadi menyebutkan selain membangun pagar, nantinya TNI juga akan membangun jalan makadam.

Kusmayadi mengimbau kepada warga tidak mendirikan bangunan permanen di kawasan latihan, membangun tambak udang, menanam pohon tanaman keras karena menganggu latihan menembak, menambang atau mennggali pasir dan memasuki lapangan tembak saat dilaksanakan latihan TNI AD.

”Sebenarnya untuk wilayah yang sudah dibangun pagar tidak ada masalah apa-apa. Hal itu dilihat dari pagar yang aman dan tidak ada yang merusak,” tandasnya. (J19-32/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!