Kilas Berita:

Petani Berprestasi Tularkan Kemahiran; Sosialisasi Pembuatan Pupuk

ADIMULYO (www.beritakebumen.info) - Penggunaan pupuk kimia yang berlangsuung terus-menerus mengakibatkan kerusakan struktur tanah. Efek lainnya, yakni kekurangan unsur hara dan tanah menjadi tandus. Dan, para petani menjadi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Untuk mengembalikan kesuburan tanah perlu menggunakan pupuk organik yang mampu memperbaiki kesuburan tanah hingga 15-20 persen.

“Bertani menggunakan pupuk organik juga solusi tepat untuk mengurangi kelangkaan pupuk,” kata Purnomo Singgih Petani Berprestasi Nasional Tahun 2009 yang juga warga RT 1/RW 2 Desa Panjatan Kecamatan Karanganyar, Kebumen saat menggelar Road Show di Balai Desa Caruban Kecamatan Adimulyo, baru-baru ini.

Tuhan, menurut dia sebenarnya telah memberikan karunia yang sangat melimpah di nusantara ini. Termasuk untuk kebutuhan pupuk pertanian tidak harus mengeluarkan biaya banyak. Mengingat semua kebutuhan untuk membuat pupuk telah disediakan alam.

Sayangnya, karena sumber daya alam tidak dikelola dengan baik, maka masyarakat Indonesia dipaksa untuk menjadi konsumen pupuk. Padahal, Purnomo Singgih sudah mempraktikkan sendiri, ketika kondisi tanah sudah diperbaiki tidak memerlukan pupuk kimia lagi. “Cukup menanam dan merawatnya saja,” imbuhnya.

Road show yang mengangkat tema tanaman organik sehat dan murah itu bekerja sama dengan perusahaan alat pertanian PT Sharpindo Dinamika Prima (Shark) Tangerang. Kegiatan itu digelar di pulau Jawa dengan melibatkan petani dan anggota PKK. Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Desa Caruban Purwoko.

Menurut Purwoko, kegiatan tersebut sangat positif. Selain menyosialisasi tanaman sehat dan pupuk organik, para petani menjadi tidak kebingungan saat terjadi kalangkaan pupuk. “Saat ini mainstream para petani hendaklah diubah, dari yang sebelumnya selalu mendewakan pupuk kimia beralih pada pupuk organik,” jelasnya.

Peralihan

Diakui Purwoko, peralihan dari pupuk kimia ke pupuk organik itu terdapat masa kritis kurang lebih 1,5 tahun. Namun setelah terlewati, para petani tidak usah membeli pupuk lagi untuk tanaman padi, dengan catatan jerami padi dikembalikan ke sawah lagi. Purwoko berharap Dinas Pertanian dan Peternakan Kebumen lebih memperhatikan lagi tentang pertanian organik melalui pendampingan, sehingga para petani bisa mengerti dan memahami tentang pentingnya back to nature.

Marketing Supervisor Shark Tangerang Banten Rudi Rumedi menyampaikan, perusahaanya memiliki komitmen untuk meningkatkan pangan nasional dengan sistem organik yang dilakukan Purnomo Singgih. “Jadi kemana pun dia, akan menularkan ilmu pertanian organiknya secara gratis, maka perusahaan selalu menyertainya,” katanya. (K5-32/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!