Kilas Berita:

Penataan Pedagang Pasar Sruni; Penyelesaian Tak Perlu ke Ranah Hukum

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen, Sudarmaji, meminta agar penyelesaian penataan pedagang Pasar Sruni, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen tak perlu sampai ke ranah hukum.

Bagi pedagang lama yang belum mendapatkan kios atau los telah didata untuk mendapatkan prioritas utama. Adapun pedagang baru yang lebih dulu mendapatkan kios atau los harus merelakan untuk ditempati karena sesuai ketentuan memang pedagang lamalah yang berhak atas kios maupun los pasar yang baru dibangun tersebut. ”Kita juga telah bersepakat agar tarikan uang yang sudah dikumpulkan itu dikembalikan.

Mengingat, untuk mendapatkan kios maupun los itu gratis,” kata Sudarmaji. Ada sebanyak 19 kios yang menghadap ke jalan utama, di mana sebelum Pasar Sruni dibangun hanya 18 kios, sehingga ukuran kios tersebut mengecil. Dan, secara otomatis hanya satu kios yang ditempati oleh pedagang baru karena 18 kios itu menjadi hak pedagang lama.

Begitu pula untuk kios yang menghadap ke utara yang sebelumnya hanya 23 kios kini menjadi 24 kios. Namun kenyataannya, untuk anggota paguyuban Pasar Sruni yang merupakan pedagang baru disinyalir ada yang mendapat lebih dari dua kios.

200 Petak

Pembangunan Pasar Sruni juga terdapat bangunan tambahan yakni kios yang menghadap ke dalam pasar (belakang kios yang menghadap jalan u t a m a ) sebanyak 20 kios. Adapun kios yang menghadap ke dalam pasar (belakang kios yang menghadap ke utara), sebanyak 28 kios. Kios yang dijual antara Rp 30 juta-Rp 50 itu sebagian ditempati pedagang baru.

Selain itu, los di Pasar Sruni yang berjumlah 200 petak pun sebagian terindikasi diborong oleh pihak tertentu untuk keuntungan pribadi. Para pedagang meminta agar tarikan yang dikumpulkan itu dikembalikan.

Muniroh (56), salah satu pedagang Pasar Sruni mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada paguyuban Pedagang Pasar Sruni untuk mendapatkan los yang tarikannya mencapai Rp 3,5 juta. Belum lagi untuk pengambilan kunci dan pembayaran partisi. Namun untuk meminta uangnya kembali mengalami kesulitan. Terlebih saat menyerahkan uang itu tidak ada kwitansinya.

Masih dikatakan Sudarmaji, tindak lanjut dari penyelesaian penataan pedagang Pasar Sruni akan memanggil paguyuban Pasar Sruni yang diketuai Nur Rohman alias Kesod. ”Paguyuban diundang untuk hadir ke Kantor Dewan besok (hari ini- Red),” imbuhnya. Sudarmaji berharap paguyuban memenuhi undangan dari kalangan legislatif.

Jangan seperti saat diundang di Pasar Sruni pada Selasa (24/3) lalu yang tidak hadir. Ia menjelaskan, keberadaan paguyuban itu semestinya melindungi pedagang. Bukan malah terkesan menghindar dari masalah yang dihadapi pedagang. ”Mari kita kedepankan semangat kebersamaan membangun agar kesejahteraan pedagang dan masyarakat meningkat,” tuturnya. (K5-78/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!