Kilas Berita:

Pemkab Dinilai Belum Maksimal Lindungi BMI

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pemerintah Kabupaten Kebumen dinilai belum maksimal dalam melindungi Buruh Migran Indonesia (BMI).

Belum maksimalnya perlindungan itu, di antaranya tidak adanya pendataan yang lengkap bagi BMI di wilayah kabupaten berslogan Beriman ini. Selain itu masih ditemukan banyaknya pemalsuan nama, alamat serta umur bagi calon BMI yang dilakukan para calo TKI. Bahkan belum adanya Perda yang berpihak kepada buruh migran.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kebumen Dian Lestari Subekti Pertiwi saat Silaturahmi Warga Kelompok Buruh Migran dengan DPRD Kabupaten Kebumen untuk Perlindungan Buruh Migran dan Keluarganya. di Balai Desa Krandegan Kecamatan Puring, Kebumen, baru-baru ini.

”Saya siap menandatangani surat pernyataan untuk memperjuangkan nasib para buruh migran, eks buruh migran dan para anggota keluarga buruh migram,” tandas Dian yang langsung menandatangani surat pernyataan yang disediakan LSM Indipt tersebut. Salah satu perwakilan Indipt Human Rimba mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi para warga buruh migran, khususnya yang terdapat di Kecamatan Puring.

Juga digunakan untuk diskusi, sekaligus menyampikan aspirasi para BMI kepada wakil rakyat. ”Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan pemerintah akan lebih peduli lagi dengan nasib para BMI,” katanya.

Keterpaksaan

Diakui atau tidak, BMI merupakan pahlawan devisa. Namun selama ini nasib mereka kerap terabaikan. Bahkan kerap tidak mendapatkan perlindungan hukum ketika menghadapi masalah.

Padahal negara seharusnya datang saat warganya sedang mendapatkan masalah. Lebih lanjut, menjadi buruh migran bisa jadi karena memang sebuah pilihan. Namun menjadi buruh migran juga bisa diakibatkan karena keterpaksaan. Terkadang tuntutan ekonomi membuat sebagian masyarakat lebih memilih menjadi buruh di negeri orang. Alasannya tentu saja tuntutan ekomoni.

Padahal tugas pemerintah mensejahterakan rakyatnya. ”Jika belum bisa mensejahtrakan rakyatnya, bisa dikatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Kebumen belum berhasil,” sambung Miftahul Ulum, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen dari PKB.

Miftah menjalaskan, mayoritas penduduk Kecamatan Puring adalah petani. Karena itu, untuk meningkatan kesejahtraan petani, tentunya sektor pertanian harus digarap dengan maksimal. ”Saat ini biaya pertanian merupakan hal yang pasti.

Harga traktor pasti, harga pupuk pasti, biaya tanam juga pasti, namun hasil panenya tidak pasti. Kalaupun hasil panennya pasti, harganya yang tidak pasti,” ungkapnya yang diiringi tawa hadir. Menurut Miftah, ada dua hal yang dilakukan BMI, yakni menghasilkan uang dan bisa mengelola uang.

Saat ini banyak sekali buruh migran yang berhasil mendapatkan uang namun belum berhasil mengelolanya. Akhirnya sepulang dari mancanegara, meraka tetap dalam kondisi sengsara. ”Ini juga penting untuk menjadi perhatian.

Salah satunya, membekali para eksburuh migran dengan ketrampilan dan memfasilitasi mereka dengan ruang usaha,” jelasnya. Miftah pun berjanji akan selalu memperjuangkan para BMI, mulai dari pemberangkatan, pada saat bekerja di sana dan sepulang dari mancanegara. Perjuangan itu tentunya dengan pangawalan aspirasi dan Perda yang berpihak kepada para buruh migran. (K5-32/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!