Kilas Berita:

Pembagian Los Pasar Sruni; Pedagang Lama Merasa Dibenturkan

ALIAN (www.beritakebumen.info) - Pedagang lama Pasar Sruni, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen merasa dibenturkan dengan pedagang baru.

Pasalnya, setelah hak mereka dipenuhi menyusul audiensi di DPRD Kabupaten Kebumen dua pekan lalu, ternyata pedagang lama masih gigit jari lantaran ada orang lain yang mengaku sudah membeli tempat berjualan tersebut. Kondisi itu memicu polemik berkepanjangan. Sehingga sejumlah tokoh di Desa Bojongsari berupaya menjembatani agar situasinya tetap aman dan kondusif.

“Mari kedepankan semangat kebersamaan membangun dalam mengatasi masalah ini,” kata salah satu tokoh Desa Bojongsari, Kiai Abdul Aziz yang ditemui Suara Merdeka di kediamannya, kemarin. Menurut dia, prinsip pembangunan pasar tradisional itu, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di samping itu, untuk mengimbangi pasar modern agar masyarakat maupun pedagang nyaman beraktivitas di pasar tradisional. Pedagang lama Pasar Sruni yang merasa dibenturkan dengan pedagang baru pun tidak langsung melabrak ke pihak terkait. Mereka justru menempuh jalan baik-baik sesuai prosedur. Bahkan tidak menyinggung perasaan satu sama lain.

Terutama tidak menyinggung Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kebumen yang semestinya bertanggung jawab atas penataan dan pengelolaan pasar tersebut. Di mana selama ini ditangani Paguyuban Pedagang Pasar Sruni yang diketuai Nur Rohman alias Kesod.

Tanpa Kuitansi

“Kami juga tidak akan mengungkit- ungkit uang tarikan dari paguyuban yang tanpa kuitansi. Ini jadi rahasia umum saja,” kata Umiyati (47), pedagang Pasar Sruni. Ia yang sempat kehilangan hak untuk berjualan di Pasar Sruni itu mengaku kebagian los dari paguyuban.

Namun setelah beberapa hari los itu ditempati, ternyata diminta orang lain yang mengaku sudah membayar kepada paguyuban. Padahal Umiyati sendiri juga sudah membayar Rp 7,5 juta dan Rp 200.000 kepada paguyuban.

Dan Umiyati yang mendapat los D3I nomor 67 itu, ternyata tidak terdata dalam daftar penerima los terbaru yang dikeluarkan pihak terkait. Bahkan dalam daftar los D3I hanya terdapat 26 los saja. Kondisi hampir sama terjadi pada Narti (50) yang mendapatkan los D3D Nomor 16 dan 17 ternyata hanya mendapat nomor 17 saja.

“Kami menunggu tindak lanjut dari Dewan, menyusul berakhirnya batas waktu ultimatum kepada Disperindagsar selama 10 hari dalam penyelesaian penataan dan pengelolaan Pasar Sruni ini,” imbuh Narti dengan terbata-bata. Kemarin, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen Sudarmaji yang datang ke Pasar Sruni atas nama pribadi berjanji akan membicarakan masalah tersebut dengan anggotanya dan Komisi C DPRD Kabupaten Kebumen yang diketuai Halimah Nur Hayati.

“Kemungkinan dalam waktu dekat ini, akan diagendakan audiensi lanjutan antara dinas terkait dengan perwakilan pedagang,” katanya. (K5-32/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!