Kilas Berita:

Patokan Harga Bisa Beda; Pemkab Bahas HET Elpiji 3 Kg

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pemkab Kebumen membahas harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg di tingkat konsumen. Rencana pembahasan dalam waktu dekat di bulan Maret ini. Patokan harga nanti kemungkinan berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lain.

Misalnya, untuk wilayah Kota Kebumen berbeda dengan Sadang, wilayah pegunungan yang berada di ujung utara Kebumen. Perbedaan dengan HET berdasarkan keputusan gubernur Jateng di tingkat agen Rp 14.250 per tabung dan tingkat pangkalan Rp 15.500 per tabung.

“Untuk HET di tingkat konsumen nanti mempertimbangkan kondisi geografis dan sosial wilayah,” kata Kabag Perekonomian Setda Pemkab Kebumen Wahyu Siswanti sembari menambahkan, antara lain mempertimbangkan jarak.

Seperti wilayah Sadang, selama ini pangkalannya berada di Karangsambung yang harus menempuh perjalanan hingga sekitar 20 km. Praktis, distribusi yang dilakukan menggunakan motor roda tiga pun memakan biaya transportasi lebih besar.

Penentuan HET elpiji 3 kg di tingkat konsumen itu juga dikoordinasikan dengan daerah lain agar perbedaan harganya tidak menyolok. Lebih lanjut Wahyu menambahkan, persoalan tersebut juga sedang ditangani pihak terkait dengan menata pangkalan elpiji. Saat ini, ada sebanyak 115 desa yang belum terdapat pangkakan elpiji.

Pangkalan Baru

Sementara di sisi lain, sejumlah wilayah justru memiliki banyak pangkalan elpiji, seperti di Kota Kebumen. “Selain pemerataan pangkalan elpiji, juga akan ditambah pangkalan baru untuk memenuhi kekurangan sebanyak 115 desa. Penanganan ini, untuk memangkas mata rantai dan agar harga terkendali,” imbuhnya.

Menurut Wahyu, untuk membuka pangkalan elpiji baru, mekanismenya lewat agen dan mengajukan ke Dinas Sumber Daya Air Energi Sumber Daya Mineral (SDAESDM) Kabupaten Kebumen. Kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi yang berada di Pemkab agar bisa ditata secara jelas untuk lokasi yang masih kosong atau belum ada pangkalannya.

“Jangan sampai pengisian pangkalan baru itu berada di lokasi yang sudah banyak pangkalannya,” jelas Wahyu. Alokasi elpiji 3 kg pada tahun 2014 sebanyak 7.256.722 tabung dan realisasinya 7.504.440 tabung atau 103 persen.

Meningkatnya permintaan elpiji 3 kg itu disinyalir, karena adanya kenaikan elpiji 12 kg, sehingga terjadi migrasi. Wahyu mengimbau kepada warga yang mampu jangan menggunakan elpiji 3 kg. Selain itu restoran dan hotel juga dilarang menggunakan elpiji bersubsidi tersebut. (K5-32/SuaraMerdeka)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!