Kilas Berita:

Guplo Pengin Dadi Ratu

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - BERBEKAL akik badar besi Luk Ulo yang melingkar di jari kelingkingnya, Mat Guplo merasa makin percaya diri. Langkah kakinya mantab, dadanya terasa jembar nyegarani. Gaya bicaranya merbawani. Akik Mat Guplo benarbenar bisa njunjung drajad.

Dari situlah ia gendhu-gendhu rasa aring gurune untuk meminta pertimbangan atas niatnya mencalonkan diri magang bupati. Mat Guplo kepengin mukti wibawa meskipun wahyu kamukten belum tentu berpihak padanya.

Mat Guplo kepengin sukses. Seseorang diakatakan sukses atau mukti manakala mampu meraih drajat, pangkat dan semat. Kesuksesan tersebut bisa jadi ditempuh melaui usaha keras baik dalam belajar maupun bekerja.

Namun ada juga sebagian kalangan menilai bahwa kesuksesan itu karena dalam diri seseorang kasinungan wahyu kamukten. Seolah-olah sudah ada ‘’garis’’ kamukten tanpa melalui usaha keras. Wahyu akan muncul pada malam hari jelang waktu candhik ayu (jelang subuh). Wujudnya bisa beragam, kebanyakan diyakini dalam bentuk bola cahaya bak meteor terbang. Namun tidak semua warga bisa mrangguli.

Masyarakat Jawa, termasuk di Kebumen mengenal keyakinan adanya wahyu tumurun biasanya pada malam pilkades. Wahyu akan memasuki rumah calon kepala desa. Karena itu, tak heran calon dan para tim sukses malam harinya mengadakan moyogan, tirakatan, atau lek-lekan. Apakah wahyu tersebut benar-benar ada? Wallahualam.

Namun, pada akhir pemilihan, masyarakat pun akan mengiyakan adanya wahyu yang jatuh pada calon terpilih. Untuk lebih memastikan, calon terpilih akan ditelusuri garis nasab atau trah-nya. Rata-rata para pemimpin-meskipun sekelas Glondhong (sebutan lurah zaman dahulu) desa, memiliki trah seorang pemimpin.

Bapak, kakek, buyut atau siapa pun dari trah-nya pasti pernah menjadi pimpinan wilayah. Konon, kabarnya para pemimpin di tanah Jawa ini juga memiliki garis keturunan dari Mataram. Maka, setelah diketemukan nasabnya, warga akan ’’suyud’’dengan hasil pilkades. Apakah wahyu itu bisa direbut pada era ’’perang’’ visi dan misi calon.

Meskipun kadang ternilai pragmatis, selama kepemimpinan itu berlangsung, masyarakat cenderung suka dan sekaligus menjatuhkan pilihannya. Kadangkadang masyarakat bergerak secepat dan sesimpel orang membeli gorengan.

Orang tidak perlu bertanya harga dan proses pembuatan gorengannya. Angger enak ya tuku maning, ora enak ngesuk golet liyane. Sembari menimang-nimang dan mengelus-elus akiknya, Mat Guplo bernostalgia mendengarkan sandiwara kethoprak Mataram Sapta Mandala dari rekaman yang diunggah di Youtube.

Dalam cerita itu dikisahkan Nyi Roro Kidul saat menemui Danang Suta Wijaya yang tengah mbabad alas Mentaok bersama Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pamanahan. Danang Suta Wijaya dinilai berhasil mendirikan Mataram setelah berkolaborasi dengan Nyi Roro Kidul.

Selain itu, Suta Wijaya memang memiliki trah pewaris tahta dari ayahnda Sultan Hadi Wijaya. Kabarnya alas Mentaok itu juga meliputi wilayah Kebumen sekarang ini, lebih khusus di wilayah Kaligending Karangsambung. Saat Danang Suta Wijaya merambah wilayah ini, warga terkena pageblug.

Menurut Suta Wijaya, pageblug itu akan berakhir manakala warga mau menabuh gendhing-gendhing gamelan. Peristiwa ini diyakini kebenarannya hingga wilayah ini dinamakan Desa Kaligending di utara Kebumen.

Bahkan, konon Suta Wijaya pun sampai meninggalnya masih berada di desa ini dan dimakamkan di kompleks pemakaman Kaligending. Mat Guplo memantabkan niatnya melalui cerita sandiwara kethoprak itu. Guplo benar-benar kepengin njunjung drajade, kepengin munggah pangkat, kepengin memiliki semat.

Menawane akik badar besi yang sudah meling-meling itu bisa menjadi lantaran memenangi Pilkada Bupati dan Wakil Bupati. Sapa ngerti batu akike itu adalah milik Danang Suta Wijaya yang jatuh waktu babad alas Mentaok di Kaligending.

’’Gurune apa dhenger yen bupati Kebumen guwe kabeh turunan Metaram?’’ tanya Guplo mandan kawatir. Sebab ia ngrumangsani kalau tidak memiliki trah Mataram. Gurune hanya gedheg-gedheg takut jika keteranganya tidak pas.”Kasinungan wahyu kamukten atau tidak, pada lima tahun ke depan, siapa pun yang terpilih menjadi bupati, nyong rek gambar kucing, ndherek wonten wingking, mengamini semua kebijakan yang akan diambil.

Tentunya berharap bisa memberikan ’’kepuasan’’ atas kepemimpinannya. Soal garis Glondhong atau trah kamukten bisa ditoleransi dengan kemampuan memimpin sesuai visi dan misinya. Enggal-enggal daftar Kang, mbokan kasep.

Nyong ngesuk ya dondon mukti, tekdhukung wis Kang. O, ya, aja kelalen aring sedulur siji kae, Yu Gunem, mbokan meh dijawil kon ndampingi dadi wakil bupati. Kelakon ngesuk Guplo dadi ratu kaya neng lakon-lakon wayang kulit kae Kang.’’ Manteblah. Mat Guplo genti mesam-mesem ngloyor garep nggoleti Yu Gunem. Nuwun. (42/SuaraMerdeka) *

Oleh Eko Wahyudi
Penulis adalah guru dan aktif di Forum Penulis Kebumen FPK



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!