Kilas Berita:

Curug Silancur, Keindahan yang Tersembunyi

KARANGSAMBUNG (www.beritakebumen.info) - Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kebumen memiliki potensi pariwisata luar biasa. Keindahan alam khas pedesaan menjadi daya tarik tersendiri.

Apalagi di desa ini terdapat beberapa air terjun, salah satu yang mulai dikenal, yakni Curug Silancur. Ya, berkunjung ke desa yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kebumen pada perang kemerdekaan ini sangat istimewa.

Bukan saja karena dapat menikmati debit air terjun yang cukup besar, tetapi saat ini merupakan musim panen buah durian. Sayang sekali, pada musim panen tahun ini produksi durian maupun kualitasnya tidak optimal. Keberadaan curug yang berada di kawasan Cagar Alam Nasional Geologi Karangsambung itu, saat ini sudah cukup populer, terutama di kalangan remaja.

Tetapi perlu perjuangan untuk mencapainya, karena harus melalui jalan setapak dengan berjalan kaki. Pengunjung harus ekstra hati-hati lantaran akses jalan berada di lereng perbukitan di ketinggian 220 mdpl. Selain banyak dipenuhi rumput liar, sebagian jalan juga berbatu. Hanya cukup untuk dilewati satu orang saja. Bisa juga memilih menyusuri hulu Sungai Kedungbener sembari berburu bahan batu akik.

Yang jelas, perlu stamina ekstra untuk bisa mencapai curug dengan ketinggian sekitar 25 meter itu. Meski hanya berjarak sekitar 400 meter dari tepi Jalan Wadasmalang- Pujegan, rute yang ditempuh naik turun. Namun dijamin tidak menyesal, karena rasa lelah itu akan terobati setelah menyaksikan panorama air terjun yang menawan.

Warna Pelangi

Jernihnya air terasa sejuk di kaki maupun untuk cuci muka. Saat melihat keindahan air terjun, rasa lelah seolah terbayar lunas. Curug terlihat membentuk sebuah garis putih tinggi menjulang. Bersamaan, terdengar suara gemericik air.

Tidak seperti curug pada umumnya yang memiliki penampungan air di bawahnya, air di curug itu jatuh menghantam batuan besar hingga menghasilkan percikan air yang segar. Jika terik matahari dalam keadaan sempurna, percikan air yang terbawa angin terlihat berwarna-warni seperti pelangi. Untuk mencapai Desa Wadasmalang, dari Kebumen kota lebih mudah melalui Kecamatan Alian.

Jika sampai Pasar Indrakila Desa Krakal ikuti jalan naik melalui Desa Plumbon hingga Desa Wadasmalang. Selain lebih menghemat waktu, akses jalan melalui Alian lebih mudah bila dibanding melalui Karangsambung. Apalagi kondisi jalan saat ini sudah relatif mulus dengan aspal hotmix. Sayangnya, potensi wisata alam itu masih belum dikelola secara baik.

Misalnya, tidak ada petunjuk jalan atau rambu yang bisa menunjukkan lokasi air terjun itu secara tepat. Untuk itu, ada baiknya jika ke lokasi tersebut bersama warga setempat atau paling tidak yang sudah pernah.

Sebagai petunjuk, agar tidak tersesat pengunjung bisa berhenti di tepi jalan Wadasmalang- Pujegan, tepatnya di belokan Kebogemulung. Dari lokasi tersebut kemudian perjalan diteruskan dengan berjalan kaki. Selain air terjun, Desa Wadasmalang juga memiliki sumber mata air hangat.

Menurut penuturan warga, sumber mata air hangat yang berada di Dusun Karangtengah itu tidak pernah kering. Bahkan di musim kemarau sekalipun, air hangat yang dinamai dengan Kalianget itu tetap mengalirkan air. (Supriyanto-32/SuaraMerdeka)

Foto: Heri Sugianto


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!