Kilas Berita:

Tanah Gerak Mengancam 41 Keluarga di Dusun Tinatah, Desa Wonokromo

ALIAN (www.beritakebumen.info) - Tanah bergerak yang terjadi di Dusun Tinatah, Desa Wonokromo, Kecamatan Alian, Kebumen kondisinya semakin parah. Tanah bergerak yang terjadi sejak 2005 itu mengancam 55 keluarga. Hingga saat ini, baru 14 keluarga yang telah pindah karena rumahnya sudah tidak aman untuk ditinggali. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, masih terdapat 41 keluarga yang terancam akibat tanah di wilayah itu terus bergerak.

Rumah warga yang berada di RW 3 dan tersebar di empat RT meliputi RT 4, 5,6 dan 8 sudah dalam kondisi retak dan miring. Setiap hujan deras warga yang berada di kawasan Sungai Curuk itu selalu was-was karena pergerakan tanah cukup terasa sehingga menimbulkan bunyi. Meskipun khawatir bahaya mengancam setiap saat, warga masih nekat bertahan karena tidak memiliki tanah lain untuk pindah.

Lakukan Kajian Informasi yang dihimpun, pemicu terjadinya tanah bergerak di dusun itu ialah terus tergerusnya tebing Sungai Curuk akibat batu sungai yang ditambang berlebihan. Akibatnya, setiap datang air besar tebing-tebing tergerus air dan berdampak pada tanah di atasnya yang lambat laun menjadi ambles. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Muhyidin membenarkan kondisi terkini yang terjadi di Dusun Tinatah. Kondisi terkini di desa asal Bupati Buyar Winarso itu sudah ditinjau oleh Sekrearis Daerah (Sekda) Kebumen Adi Pandoyo berama Kepala Pelaksana BPBD Eko Widiyanto serta sejumlah pejabat terkait.

‘’Memang ada 41 keluarga yang siap direlokasi karena rumah mereka mulai retak-retak,’’ ujar Muhyidin didampingi Kasie Kedaruratan Arif Rahmadi dan Kasie Logistik Basori kepada Suara Merdeka, Selasa (3/2).

Pihaknya mengirim surat ke Badan Geologi Bandung untuk melakukan kajian. Dari hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar langkah-langkah selanjutnya. Rencananya, selain di Dusun Tinatah, juga kajian kondisi tanah labil di Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam. Sementara itu, dari catatan Suara Merdeka dari kesimpulan penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (PPPG) Bandung tahun 2007, Dusun Tinatah Desa Wonokromo dinyatakan tidak layak dijadikan sebagai kawasan permukiman.

Hal itu karena struktur tanahnya yang labil dan secara geologis kawasan itu termasuk daerah patahan yang berpotensi amblesnya tanah. Bergeraknya tahan di wilayah itu diprediksi akan terjadi terus terjadi, sehingga masyarakat yang sudah tinggal di daerah itu mesti waspada. Salah satu cara yang dinilai efisien untuk mengatasi persoalan itu adalah dengan cara merelokasi warga. Upaya penanganan fisik seperti dengan cara pembangunan bronjong dan paku bumi memerlukan biaya yang jauh lebih mahal mengingat panjangnya lokasi yakni sekitar satu kilometer. (J19-42/Suaramerdeka)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!