Kilas Berita:

Semua Izin Sudah Kadaluwarsa; Penambangan Pasir Luk Ulo Ilegal

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Praktik penambangan pasir di sepanjang Sungai Luk Ulo Kebumen merupakan kegiatan ilegal. Pasalnya, sejak awal 2015, seluruh izin penambangan telah kadaluarsa. Hingga saat ini belum ada satu surat izin pun dikeluarkan instansi terkait.

Kepala Seksi Sumber Daya Mineral pada Dinas Sumber Daya Alam Energi Sumber Daya Mineral (SDA ESDM) Kebumen, Soipudin Damas membenarkan, semua aktivitas penambangan di sepanjang Sungai Luk Ulo sudah tidak berizin. Setelah izin habis, banyak yang enggan mengurusnya kembali. Apalagi setelah 2 Oktober 2014, Pemkab Kebumen tidak lagi memiliki kewenangan mengeluarkan izin.

“Sekarang yang mengeluarkan izin dari Dinas ESDM provinsi,” ujar Soipudin Damas, kemarin. Menurut dia, dari 32 penambang resmi terdaftar di Dinas SDA ESDM Kebumen, yang mengurus izin kembali, baru 11 penambang.

Mereka harus mengurus izin di Dinas ESDM Jateng di Semarang. Adapun untuk melakukan penambangan di Sungai Luk Ulo, penambang harus mendapatkan rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) di Yogyakarta. Salah satu pemilik lokasi penambangan pasir di Desa/Kecamatan Karangsambung, Muslimin, mengatakan masih banyak penambang yang malas mengurus kembali izin penambangan. Sebab, proses mengurus kembali izin sangat sulit.

Terlebih, sekarang izinnya harus sampai ke provinsi. “Saya sudah mengurus sendiri sampai ke Semarang, tapi sampai sekarang masih belum jelas keputusannya,” kata Muslimin, di lokasi penambangannya. Dia menyebutkan, di Desa Karangsambung sebelumnya terdapat tujuh lokasi penambangan dan semua sudah kedaluarsa izinnya. Tetapi yang masih tetap menambang hanya tinggal dua. “Saya saja baru dua bulan ini mulainya,” imbuhnya.

Mesin Sedot

Sementara itu, aktivitas penambangan di Sungai Luk Ulo tetap berjalan seperti biasa. Bahkan sebagian warga nekat menambang pasir dengan menggunakan mesin penyedot. Penambang lain, Solihin mengaku ingin menambang secara legal. Tetapi untuk mengurus perizinan sangat sulit.

Sekarang juga nambangnya tidak maksimal, seperti sebelumnya. Kepala Seksi Pemulihan Lingkungan Hidup KLH, Siti Durotul Yatimah menyarankan, agar penambangan dilakukan secara manual tidak menggunakan mesin sedot. Pasalnya, dengan mesin sedot sangat cepat merusak lingkungan.

“Selain itu, larangan juga berlaku di tikungan luar sungai,” ujar Siti Durotul Yatimah bersama Kasie Pengendalian Dampak dan Kelestarian Lingkungan Hidup, Teguh Yuliono, di sela-sela melakukan pemantauan. Kepala Bidang Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah Satpol PP Kebumen, Sugito Edi Prayitno, mengatakan tetap mengawasi keberadaan penambangan. (J19-32/suaramerdeka)

_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!