• Kabar Terkini

    11 February 2015

    Ramai-Ramai Cari Batu Mulia

    “KULANUWUN” (www.beritakebumen.info) - Trigu (Guplo, Gunem, lan Gurune) sowan malih. Setelah beberapa waktu “istirahat”, ternyata banyak hal telah mewarnai kehidupan di bumi Urut Sewu Kebumen tercinta.

    Mulai dari Pemilu dan naik turunnya harga BBM, hingga akhir-akhir ini memanasnya kali Luk Ulo akibat perburuan batu mulia. Berkurangnya aktivitas truk dan penambang pasir kini berubah menjadi ramai oleh kerumunan warga mencari batu mulia bahan baku akik. Konon batu dari aliran Luk Ulo ini sangat terkenal karena keragamannya.

    Berbagai jenis batuan di muka bumi dapat ditemukan di sepanjang aliran sungai bertipe ular berjalan ini. Bahkan batu rijang yang mestinya berada di dasar palung laut pun bisa dilihat langsung. Tak heran banyak pelajar dan mahasiswa melakukan study wisata untuk melihat lebih detail bebatuan Luk Ulo.

    Sayang, gencarnya penambangan pasir dan batu kali telah mengancam keselamatan bebatuan langka tersebut. Mereka seolah tidak memedulikan akibat buruk yang timbul di kemudian hari. Beruntung, Pemkab Kebumen sudah mengambil kebijakan melarang penambangan pasir dan batu.

    Sungai Luk Ulo menjadi sepi meskipun kadang masih ada beberapa truk mengangkut bahan galian golongan C. Batu, pada awalnya menjadi berhala sesembahan. Munculnya punden, candi, nisan, arca, prasasti, hingga hanya menjadi alat-alat penunjang kehidupan.

    Belakangan, sebagian batu ada yang dimuliakan karena bentuk, warna, atau jenisnya. Ketika pasaran batu mulia jadi moncer, Luk Ulo pun tidak luput menjadi sasaran utama warga Kebumen untuk berburu batu. Harganya cukup mengena dibanding menambang pasir. Dengan hanya mengamati bebatuan di sungai, jika lagi julung, orang akan mendapatkan rupiah dengan mudah.

    Jenis pancawarna, bacan, ginggang, lumut, bahkan badar besi ada di Luk Ulo. Pasir dan batu benar-benar menjadi penyangga kebutuhan hidup. Sesaat penulis jadi teringat lirik lagu campursari “Mendem Wedokan” yang berbunyi Ora gampang wong bebojoan/ Kudu bisa golek sandhang pangan/ Yen mung nuruti mendemmu/ Apa bojomu kok pakani watu? Cempuleke jaman berubah, sebagian orang benar-benar hidup, makan sehari-hari dari menjual pasir dan batu.

    Termasuk Guplo, sudah berhari-hari ini merenung di pinggir kali Luk Ulo untuk mendapatkan julung nemu bahan. Odhean aring Tumenggungan sementara ini diliburkan.

    Hasil dari nguli panggul sudah dibelikan grenda untuk nggosok batu. Jere wis olih lumayan kejabane menerima order nggosok dengan upah 20-25 ribu rupiah per biji. Kebumen yang sebentar lagi punya hajat besar pemilihan bupati dan wakil bupati. Semoga calon yang terpilih nantinya mampu ngayomi dan ngayemi masyarakat Kebumen.

    Perkembangan berikutnya nanti Pasar Tumenggungan dan pasar-pasar yang sudah berhasil dibangun Pak Buyar kembali bergairah, grengseng, ramen orang jual beli. Harga-harga kebutuhan pokok tetap terjangkau, daya beli masyarakat juga stabil.

    * Penulis:Eko Wahyudi, anggota Forum Penulis Kebumen dan guru SMP Karangsambung. (78)


    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================
    • Komentar Blogger
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Post a Comment

    Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

    Item Reviewed: Ramai-Ramai Cari Batu Mulia Rating: 5 Reviewed By: Berita Kebumen Beriman
    Scroll ke atas