Kilas Berita:

Puskesmas Diberi Dana Kapitasi Rp 3,3 M

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Tahun ini Pemkab Kebumen tengah memproses pengurusan Puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Saat menjadi BLUD nanti, Puskesmas memiliki kewenangan merekrut pegawai. Hal itu menyusul adanya pemanfaatan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di masing-masing puskesmas yang ada di Kebumen.

Ketua Paguyuban Puskesmas Kebumen Yamoto yang ditemui Suara Merdeka kemarin mengemukakan, sumber daya manusia (SDM) Puskesmas memang relatif mencukupi, baik perawat, bidan, maupun dokter. Namun untuk tenaga administrasi, diakui Yamoto hampir tidak ada.

”Dengan menjadi BLUD nanti, puskesmas di Kebumen dapat menambah SDM sesuai kebutuhan,” tutur Yamoto yang juga Kepala Puskesmas Mirit itu. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kebumen Rini Kristiani didampingi Sekretaris Dinkes Kabupaten Kebumen Suprayitno mengemukakan, kendati dana kapitasi nanti dikelola Puskesmas, masih mengikuti mekanisme keuangan daerah melalui rencana kerja anggaran (RKA) dan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) Dinkes. Program puskesmas juga masih menginduk di Dinkes.

Ia menambahkan, dana kapitasi JKN itu ditransfer dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ke rekening masing-masing puskesmas.

Mekanisme pengelolaan keuangan di puskesmas diatur dalam SK Bupati, Perda dan Perbup. Adapun pengucuran dananya diatur dalam Permenkes, Permendagri, Perda, Perbup, SK bupati SE bupati dan SK kepala dinas. Total dana kapitasi yang dikucurkan ke seluruh puskesmas di Kebumen sekitar Rp 3,3 miliar.

Lima Puskesmas

”Dana kapitasi itu, 60 persen digunakan untuk jasa pelayanan, dan 40 persen biaya dukungan operasional. Antara lain pembelian obat-obatan dan alat informasi,” kata Rini. Namun tidak seluruh puskesmas di Kebumen dijadikan BLUD. Paling hanya 4-5 puskesmas yang digabung menjadi BLUD. Selanjutnya kepala puskesmas menjadi tenaga fungsional.

Untuk mempersiapkan pengelolaan dana itu, Pemkab akan melaksanakan pelatihan akreditasi bagi 35 puskesmas yang ada di kabupaten berslogan Beriman ini. Masing-masing menerima dana kapitasi JKN bervariasi, tergantung jumlah peserta BPJS.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen, jumlah peserta BPJS yang tercatat di puskesmas pada Maret 2014 sebanyak 666.380. Pada bulan ini menurun menjadi 620.000. Penurunan jumlah peserta BPJS di puskesmas itu, karena ada pergeseran data yang menggunakan faskes primer.

Misalnya, dari puskesmas pindah ke dokter keluarga. Perubahan kepesertaan faskes primer itu, diisi sendiri peserta bersangkutan. ”Dan memang, peserta BPJS diberi kebebasan untuk memilih faskes primer, baik puskesmas maupun dokter keluarga,” jelasnya. Suprayitno menambahkan, ada tiga jenis peserta BPJS, yakni peserta nonbantuan iuran (PBI), PBI dan mandiri.

Untuk peserta non-PBI, meliputi PNS, peserta Jamsostek, dan TNI/Polri. Peserta PBI, yakni eks peserta Jamkesmas. Sedangkan mandiri, menggunakan biaya sendiri untuk menjadi peserta BPJS. Biasanya, peserta mandiri sudah memiliki pilihan tersendiri untuk berobat maupun memeriksakan kesehatannya. (K5-32/SuaraMerdeka)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!