Kilas Berita:

Penataan Pedagang Pasar Sruni Marak Pungli

ALIAN (www.beritakebumen.info) - DPRD Kebumen mengendus ada praktik pungutan liar (pungli) pada penempatan dan penataan pedagang Pasar Sruni, di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, setelah selesai dibangun. Praktik haram itu didapati anggota dewan pada inspeksi mendadak (Sidak) gabungan Komisi B dan Komisi C yang dilakukan Kamis (26/2).
Tim Sidak yang dipimpin oleh Ketua Komisi C, Halimah Nurhayati itu menyaksikan para pedagang harus membayar pungutan tidak resmi sebelum menempati lokasi berjualan mereka. Dari pengakuan sejumlah pedagang kepada tim sidak, pungutan liar itu besarannya bervariasi. Untuk pedagang yang berjualan di loos dipungut rata-rata Rp 3 juta per loosnya, itu belum termasuk biaya tralis sebesar Rp 1,5 juta. Sedangkan pedagang yang berjualan lesehan mereka harus membayar pungutan Rp 2,5 juta.
Pungutan lebih besar lagi dibebankan kepada pedagang yang berjualan di kios, yang besarannya mencapai Rp 80 juta untuk kios yang menghadap jalan utama. Sedangkan, untuk kios yang menghadap ke dalam pungutannya mencapai Rp 40 juta, serta kios yang menghadap jalan desa sebesar Rp 30 juta per kios. Itu belum termasuk biaya ambil kunci sebesar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Menurut pengakuan para pedagang, petugas yang menerima pembayaran itu tidak memberikan kwitansi bukti pembayaran.
Sejumlah pedagang mengaku kecewa dengan banyaknya pungutan itu, padahal waktu sosialisasi pedagang dijanjikan akan digratiskan saat menempati kembali tempat berdagang mereka.
“Kalau sampai tanggal 27 (Februari), belum melunasi pembayarannya. Tempat jualannya akan dikasih ke orang lain katanya,” kata salah satu pedagang usai membayar loos di Pasar Sruni, kemarin.
Tak hanya soal pungutan, Pedagang lama yang memiliki sertifikat justru banyak yang tersingkir dan diganti pedagang baru di kios maupun los pasar itu.
Banyak pedagang lawas yang memiliki sertifikat dan telah didata oleh petugas sebelum pembangunan Pasar Sruni itu belakangan mengetahui namanya tidak ada dalam daftar pengambilan kunci kios. Pedagang lama yang bernasib sama antara lain Teguh (38), Siti Fahrijah (37), Samiyah (60), Kodriyah (50), Trimo (45), dan Sarman (51). Irfan (60), warga Desa Bojongsari yang sebagian tanahnya digunakan untuk Pasar Sruni pun sempat dijanjikan akan mendapat kios.
“Tapi saya tidak dapat jatah,” kesal Irfan.
Para pedagang lantas mengadukan langsung kepada wakil rakyat tersebut. Mereka mengungkapkan, tersingkirnya pedagang lama ada indikasi kurang sehat untuk penawaran kios atau los kepada pedagang baru. Hal itu dibuktikan dari beberapa warga yang ditawari untuk membeli kios yang menghadap ke dalam pasar seharga Rp 50 juta. Hingga kemudian terjadi kesepakatan harga Rp 40 juta. Adapun kios yang menghadap ke jalan utama ditawarkan hingga Rp 100 juta dan terjadi kesepakatan harga Rp 80 juta.
Anggota Komisi B, Muhsinun, menyayangkan adanya ketidak beresan dalam proses penataan kembali pedagang pasar itu. Padahal pasar yang dibangun menggunakan anggaran Tugas Pendampingan (TP) Kementerian Perdagangan RI tahun anggaran 2014 sebesar Rp 7,8 miliar itu untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang dan masyarakat.
“Kami meminta dinas terkait untuk secepatnya memfasilitasi para pedagang yang merasa terbebani dengan pungutan-pungutan itu,” kata Muhsinun, disela-sela sidak.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kebumen Halimah Nurhayati mengaku akan menindaklanjuti keluhan pedagang Pasar Sruni tersebut dengan menggelar rapat gabungan. Pada rapat tersebut pihaknya akan memanggil dinas terkait, pengelola pasar, serta perwakilan pedagang untuk mencari solusi terkait persoalan tersebut pada Senin (2/3) pekan depan. “Kita mendengar penjelasan dari stakholder bersangkutan, kenapa ini bisa terjadi,” tandas politisi muda Partai Golkar ini.(ori/radarbanyumas)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!