Kilas Berita:

Penambang Pasir Sungai Lukulo Ilegal

KARANGSAMBUNG (www.beritakebumen.info) - Ratusan penambang pasir di sepanjang Sungai Lukulo disinyalir ilegal. Pasalnya, sejak awal 2015 seluruh ijin penambangan telah kadaluarsa, dan hingga kini masih belum ada satupun surat ijin dikeluarkan dari instansi terkait. Meski demikian aktifitas penambangan di sungai terpanjang di Kebumen itu tetap berjalan seperti biasa.
Salah satu pemilik lokasi penambangan pasir di Desa Karangsambung, Kecamatan Karangsambung, Muslimin, mengatakan masih banyak penambang yang malas mengurus kembali ijin penambangan. Sebab, untuk mengurus kembali sangat sulit prosesnya. Terlebih, sekarang ijinnya harus sampai ke provinsi.

“Saya sudah mengurus sendiri sampai ke Semarang, tapi sampai sekarang masih belum jelas keputusannya,” kata Muslimin, di lokasi penambangannya, Rabu (4/2).

Ia menyebut, di Desa Karangsambung sebelumnya terdapat tujuh lokasi penambangan dan semuanya sudah kadaluarsa ijinnya. Namun, yang masih tetap melakukan penambangan hanya tinggal dua. “Saya saja baru dua bulan ini mulainya,” ujarnya.
Pantauan di lokasi penambangan, masih banyak warga yang nekad menambang pasir baik menggunakan mesin penyedot maupun manual. Truk-truk pengangkut juga banyak yang antre mengangkut pasir.

Penambang lain, Solihin, mengaku tetap melakukan penambangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Solihin mengaku, sebenarnya ingin menambang secara legal. Tapi untuk mengurus perijinan sangat sulit. “Sekarang juga nambangnya tidak maksimal seperti sebelumnya,” kata dia.

Dia menilai, dengan belum berijinnya semua penambang dapat lebih merusak sungai. Selain karena mesin sedot, juga terjadi karena tidak ada koordinator para penambang yang biasanya mengarahkan lokasi-lokasi mana yang boleh ditambang.
Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Kebumen melakukan pemantauan langsung terhadap keberadaan aktifitas penambangan di wilayah Kecamatan Karangsambung dan Karanggayam, Rabu (4/2). Pemantauan dilakukan, untuk mengetahui dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktifitas itu.

Kepala Seksi Pemulihan Lingkungan Hidup KLH, Siti Durotul Yatimah, mengatakan pihaknya melakukan pengawasan terhadap aktifitas penambangan pasir. Dia menyarankan, sebaiknya penambangan dilakukan secara manual tidak menggunakan mesin sedot.

“Kalau dengan mesin sedot sangat cepat merusak lingkungannya,” kata Siti bersama, Kasi Pengendalian Dampak dan Kelestarian Lingkungan Hidup, Teguh Yuliono, disela-sela melakukan pemantauan.

Siti menghimbau, para penambang tidak melakukan aktifitasnya di tempat-tempat yang telah dilarang oleh Undang-undang. Tempat-tempat terlarang itu, di sekitar bangunan vital sungai seperti jembatan, sipon dengan radius 1000 meter ke arah hilir dan 500 meter ke arah hulu. Selain itu, larangan juga berlaku di tikungan luar sungai.(ori/ttg/radarbanyumas)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!