• Kabar Terkini

    17 February 2015

    Pemkab Harap Petani Tebu Bertahan

    KARANGSAMBUNG (www.beritakebumen.info) - Rendahnya harga jual tebu petani akibat tingginya impor gula yang berdampak banyak petani tebu pesisir Kebumen di Kecamatan Mirit, Ambal dan Klirong mundur dari program swasembada gula nasional sejak 2014. Pemkab Kebumen berupaya menyelamatkan lahan tebu yang tersisa dan meminta petaninya bersabar dan mempertahankan tanamannya.

    "Situasi pergulaan nasional yang terpuruk saat ini tak membuat Pemkab Kebumen larut dalam kelesuan, justru harus tetap semangat memotivasi petani agar bertahan bertanam tebu. Mungkin saja satu atau dua tahun ke depan ada perubahan kebijakan berupa penurunan impor gula, sehingga harga tebu kembali membaik," ujar Kabid Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kebumen, Ir Murdiono, di lahan tebu Desa Kaligending Kecamatan Karangsambung Kebumen, Senin (16/02/2015).

    Bila Pemkab ikut-ikutan lesu menurut Murdiono justru akan membuat situasinya bertambah runyam. Pemkab tak ingin menyuruh petani menghentikan bertanam tebu dan berpindah ke tanaman lain. Bila tanaman tebu di Kebumen habis, maka sulit untuk memulai lagi perintisan lahan tebu baru.

    "Program swasembada gula nasional yang semula direncanakan tahun 2014 memang dibatalkan oleh Pemerintah Pusat, diundur menjadi tahun 2017 mendatang. Siapa tahu mendekati tahun 2017 harga tebu berangsur-angsur membaik dan petani tebu yang bertahan bisa menikmati keuntungan yang bagus seperti tahun 2012 lalu," jelas Murdiono.

    Areal tebu program kemitraan dengan pabrik gula di Kebumen kini tersisa sekitar 200 hektar,
    kebanyakan di kawasan pegunungan Karangsambung dan Sadang. Tebu petani Kebumen pasca penggilingan di tahun 2014 lalu oleh pabrik gula hanya dibeli Rp 8,5 ribu/kilogram untuk rendemen sebesar 7. Padahal di tahun 2012 bisa sebesar Rp 13 ribu/kilogram.

    " Mengingat rendemen tebu Kebumen di bawah 7, maka keuntungan petani pun sangat tipis.Apalagi biaya pengangkutan tebu dari lahan ke pabrik cukup tinggi. Di sisi lain, stok gula milik pabrik masih menumpuk di gudang akibat kalah bersaing dengan gula impor. Namun posisi Pemkab harus netral, berusaha memahami kesulitan petani maupun pabrik," jelas Murdiono.(Dwi/krjogja)


    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================
    • Komentar Blogger
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Post a Comment

    Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

    Item Reviewed: Pemkab Harap Petani Tebu Bertahan Rating: 5 Reviewed By: Berita Kebumen Beriman
    Scroll ke atas