Kilas Berita:

Pelaku Kekerasan Didominasi Orang Dekat

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - KASUS kekerasan yang mengkibatkan hilangnya nyawa manusia cukup menonjol di Kabupaten Kebumen di penghujung 2014. Bagaimana tidak, dalam dua bulan saja setidaknya lima orang tewas akibat tindak kekerasan.

Tindak pidana itu seluruhnya dilakukan orang dekat korban. Pelaku meliputi pria idaman lain (PIL) alias selingkuhan, kekasih, ibu tiri, tetangga bahkan anak kandung korban. Motifnya macam-macam, mulai ingin memutuskan hubungan, menolak bertanggug jawab karena pacarnya hamil, cemburu, hingga jengkel lantaran rokok miliknya selalu diambil bapaknya.

Satu kasus di Kecamatan Petanahan masih belum jelas motifnya, karena tersangka pelaku masih belum ditangkap aparat kepolisian. Dari catatan Suara Merdeka, kasus tertinggi terjadi pada November 2014. Pada bulan ini, empat kasus kekerasan yang menelan korban terjadi.

Kasus pertama terjadi ketika seorang perempuan warga Dusun Karangduwur, Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian ditemukan tewas di kamar tamu rumahnya, 3 November 2014. Dari hasil penyelidikan polisi, perempuan bernama Siti Rofingah (43) diketahui dibunuh pria idaman lain (PIL).

Polisi menangkap Ahmad Latif Arifin (28) tetangganya sendiri menjadi tersangka dalam perkara pembunuhan itu. Pelaku nekat membunuh korban lantaran jengkel, karena korban tidak mau diputus hubungan yang sudah dijalani sekitar enam bulan. Padahal tersangka yang masih berstatus bujangan itu memiliki rencana menikah dengan perempuan lain.

Setelah melakukan pembunuhan dengan cara membekap dengan selendang, tersangka berusaha menghilangkan jejak. Yakni dengan memindah jasad korban ke ruang tamu, memasang headset pada telinga korban dan menaruh bakso di tangan korban.

Seminggu setelah kejadian itu, yakni 10 November seorang remaja secara sadis membunuh pacarnya yang sedang hamil. Pemuda bernama Faisal Subhan (19) warga Desa Karanggede, Kecamatan Mirit menganiaya pacarnya Iis Setyowati (26) warga Dusun Manisjangan, Kecamatan Ambal di Pantai Tlogodepok, Mirit. Tersangka sempat kabur ke Jakarta sebelum ditangkap anggota Satuan Reskrim Polres Kebumen. Tersangka nekat membunuh pacarnya lantaran enggan dimintai menikahi pacarnya yang hamil. Padahal pada saat yang sama, dia sudah memiliki pacar lain, yakni seorang perempuan yang masih duduk di bangku SMA.

Selanjutnya, kasus kekerasan yang mengakibatkan tewasnya seorang balita menambah panjang daftar kekerasan di Kebumen. Wakhidatul Akma (3), seorang balita di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren meninggal dunia akibat dianiaya Ningsih (24) yang merupakan kekasih ayah korban. Kasus penganiayaan balita hingga tewas ini baru terbongkar dua hari setelah kematian korban.

Di depan polisi, tersangka mengaku menganiaya anak pacarnya disebabkan rasa iri lantaran kekasihnya lebih menyayangi korban ketimbang anak yang dibawanya. Karena jengkel, perempuan yang sudah tinggal serumah tanpa ikatan perkawinan itu memukul korban di bagian matanya, menendang perutnya hingga terjatuh.

Setelah anaknya pingsan, tersangka kemudian memandikan korban dan menidurkan di tempat tidur seolah-olah bocah itu sedang sakit. Beruntung polisi mendengar desas-desus adanya kematian janggal, sehingga melakukan penyelidikan atas kematian korban. Makam korban bahkan sampai dibongkar untuk memastikan penyebab kematian korban.

Awal Desember seorang ketua RT Ketua RT 03 RW 02 Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Harjo Wintono alias Klendet (62) itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong, Selasa 2 Desember. Sebelumnya, korban terluka parah akibat ditusuk Yatin (42) yang tak lain tetangganya sendiri. Hingga saat ini, pelaku yang melarikan diri masih belum berhasil ditangkap aparat kepolisian. Warga Desa Karanggadung mengaku was-was karena tersangka belum tertangkap.

Pasalnya, pelaku menebar ancaman kepada sejumlah warga desa. Selama pelaku masih bebas berkeliaran, penduduk desa tidak bisa tidur dengan tenang, karena saat melarikan diri pelaku diduga membawa pedang dan pisau yang dipakai untuk menikam korban.

Cepat Menyimpulkan

Kasus terakhir yang menggemparkan, yakni tragedi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di Desa Pakuran RT 03 RW 02 Kecamatan Sruweng, Kebumen. Kamis 11 Desember Yatimin (43) tewas setelah dikeroyok dua anak kandungnya sendiri.

Ironisnya, peristiwa tragis itu dipicu gara-gara korban dituduh sering mengambil rokok milik anaknya. Mohamad Syarifudin (19) dan Slamet Purwanto (17), kedua kakak beradik itu ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sruweng untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus ini terungkap setelah warga melaporkan adanya kejanggalan atas kematian korban. Warga yang memandikan jenazah korban mengetahui terjadi lebam-lebam di wajah korban. Ironisnya, tim medis tidak menaruh curiga penyebab kematian korban, padahal korban sempat dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng.

Setelah melakukan pendalaman terhadap laporan warga, polisi yang dipimpin Kapolsek Sruweng AKPSetiyoko dan Kasat Reskrim Iptu Willy Budiyanto menangkap kedua tersangka di rumahnya. Untuk mengetahui penyebab kematian korban, jenazah korban dibongkar untuk keperluan outopsi. Hasil outopsi di RS Margono Purwokerto menyebutkan, korban tewas akibat hantaman benda tumpul.(Supriyanto-32/SuaraMerdeka)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!