• Kabar Terkini

    10 February 2015

    Pelaksana Proyek RSUD Tersangkut Investasi Bodong, Perkara Sudah Dilimpahkan ke PN

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pelaksana proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebumen, Giyatmo tersangkut investasi bodong. Giyatmo yang juga pernah menjabat direktur salah satu perguruan tinggi swasta di kabupaten berslogan Beriman ini menggunakan tangan Dian Agus Risqianto untuk mengelabui korban yang bertempat tinggal di Perumahan Limas Agung P-7 Nomor 4 Kelurahan Banjarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Baik Giyatmo maupun Dian Agus dijadikan tersangka oleh Polda Jateng.

    Perkaranya yang ditindaklanjuti Kejari Kebumen itu telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kebumen pada 4 Februari lalu. Hal tersebut dibenarkan oleh Kajari Kebumen Supriyanto didampingi Kasi Pidum Kejari Kebumen Umardani, Senin (9/2).

    ‘’Perkaranya sudah kami limpahkan ke pengadilan dan tinggal menunggu jadwal sidang,’’ katanya. Terpisah, Humas PN Kebumen Afit Rufiadi menjelaskan, sidang perkara Giyatmo akan diagendakan pada Senin (16/2).

    Pada sidang perdana itu baru meminta keterangan saksi-saksi. Adapun korban warga Perumahan Limas Agung P-7 Nomor 4 Kelurahan Banjarkembar, Purwokerto Utara itu bernama Hidayat. Korban tergiur tawaran Dian Agus, warga Gang Menur Nomor 23 RT 3 RW 4 Desa Pejagoan Kecamatan Pejagoan, Kebumen untuk membeli saham Bumi Resource yang disebut bersama konsorsium PT Credit Suisse Securities Indonesia (PT CSSI). Korban lantas mentrasfer uang ke rekening Dn sebanyak 18 kali dengan total Rp 23,250 miliar. Dari 18 kali transfer tersebut, dua diantaranya digunakan Giyatmo yang awalnya hendak meminjam uang dari korban Rp 5 miliar untuk meneruskan proyek pembangunan RSUD Kebumen. Namun, korban tidak mau meminjamkannya dan lebih memilih membeli saham TINS milik Giyatmo senilai Rp 5,075 miliar yang ditawarkan Dian Agus.

    Sementara Giyatmo sendiri terlilit utang di PD BPR BKK Kebumen. Kejadian pada 2011 itu bersama tiga orang lainnya yang ikut mengajukan kredit dan pencairannya ditransfer ke rekening Giyatmo Rp 12.438.526.916. Giyatmo yang kemudian kesulitan membayar utang itu lantas meminta Dian Agus untuk melunasinya. Kemudian, Dian Agus yang telah mendapat investasi dari Hidayat sebesar Rp 23,250 miliar itu mentransfer ke Giyatmo Rp 11,650 miliar.

    Adapun Hidayat yang belakangan merasa dirugikan atas investasi bodong itu menagih ke Dian Agus sampai Juni 2012. Kemudian Dian Agus memberikan cek kepada Hidayat sebanyak tujuh lembar yang masing-masing senilai Rp 6 miliar sehingga totalnya Rp 42 miliar. Namun cek tersebut tidak bisa dicairkan karena rekeningnya tutup. ’’Investasi yang ditawarkan Dian Agus itu bukan jual beli saham, tetapi untuk mentransfer ke rekening Giyatmo sebesar Rp 11,650 miliar dan sisanya Rp 11,6 miliar digunakan Dian Agus untuk pelunasan kepada investor lain dan keperluan pribadinya,’’ terang Supriyanto. (K5-42/SuaraMerdeka)


    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================
    • Komentar Blogger
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Post a Comment

    Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

    Item Reviewed: Pelaksana Proyek RSUD Tersangkut Investasi Bodong, Perkara Sudah Dilimpahkan ke PN Rating: 5 Reviewed By: Berita Kebumen Beriman
    Scroll ke atas