• Kabar Terkini

    18 February 2015

    Lima Belas Becak Motor Disita

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sebanyak 15 pengemudi becak motor (bentor) terjaring razia dalam operasi yang dilaksanakan tim teknis Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Jalan Pahlawan, Kebumen, Selasa (17/2).

    Para pengemudi bentor yang melanggar rambu-rambu lalu lintas itu dikenai tilang dan harus mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kebumen.

    Tim gabungan terdiri atas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kebumen, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar).

    Mereka melakukan razia di ruas Jalan Pahlawan, persisnya di depan Pasar Tumenggungan yang merupkan zona larangan bagi becak. Tidak hanya ditilang, becak mesin yang terjaring razia disita dan diamankan di Pos Lalu Lintas dan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kebumen.

    Razia yang berlangsung pukul 10.00 sampai pukul 11.30 itu dipimpin Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Yulie Khrisna. Tampak Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Marsijanto, Kanit Patroli Ipda Sugeng Riyadi, dan Kanit Dikyasa Aiptu Jono Kirjo.

    Sejumlah pengemudi becak motor tampak pasrah, namun ada juga yang ‘’ngeyel’’ saat becak mesin yang dikemudikan akan disita petugas. Kasat Lantas memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada pengemudi becak mesin yang terjaring razia.

    Dijelaskan, bentor tidak sesuai dengan spefisikasi teknis kendaraan, sehingga tidak layak dikendarai di jalanan. “Ada yang mengaku tidak mengerti aturan. Ada pula yang sebenarnya sudah mengerti, tetapi tetap nekat,” ujar AKP Yulie Khrisna kepada kepada Suara Merdeka usai operasi, Selasa (17/2).

    Langgar Aturan

    Selain melanggar aturan, kata Yulie Khrisna, bentor juga tidak layak dikendarai di jalanan. Baik pengemudi maupun perakit bentor melanggar Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Dalam pasal 277 UULAJ disebutkan, setiap orang yang memasukkan kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri tidak memenuhi kewajiban uji tipe dipidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

    “Sosialisasi sudah dilakukan, sehingga kali ini kami menindak pelanggaran, terutama di kawasan tertib lalu lintas,” ujar AKP Yulie Khrisna didampingi Kanit Dikyasa Aiptu Jono Kirjo menyebutkan untuk sementara para pengemudi masih dikenakan pasal pelanggaran rambu-rambu. Sementara itu, jumlah bentor di Kebumen terus bertambah.

    Saat ini, total jumlah bentor di seluruh kecamatan di Kebumen diperkirakan mencapai 5.000 unit. Sementara itu, Satlantas Polres Kebumen mencatat, jumlah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan becak mesin tahun 2014 mencapai sembilan kasus. (J19-32/SuaraMerdeka)


    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================
    • Komentar Blogger
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Post a Comment

    Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

    Item Reviewed: Lima Belas Becak Motor Disita Rating: 5 Reviewed By: Berita Kebumen Beriman
    Scroll ke atas