Kilas Berita:

Giyatmo Didakwa Pencucian Uang

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pelaksana proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebumen Giyatmo didakwa telah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) saat sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kebumen, Senin (16/2).

Giyatmo dijerat pasal 5 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 2010 dengan ancaman 5 tahun penjara. Dalam sidang yang dipimpin Utari Wiji Hastaningsih dan hakim anggota Afit Rufiadi dan Agung Prasetyo itu, juga menjerat terdakwa lain, Dian Agus Risqianto, warga Gang Menur Nomor 23 RT 3 RW 4 Desa Pejagoan Kecamatan Pejagoan, Kebumen.

Dalam perkara itu, Giyatmo menggunakan tangan Dian untuk melancarkan aksinya. Namun tuntutan yang dibacakan JPU Hariadi dan Arif Wibisono itu lebih tinggi Dian dibandingkan Giyatmo.

Selain didakwa melanggar pasal 3 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman 20 tahun penjara, JPU juga menjerat Dian dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan tuntutan 4 tahun penjara. Menanggapi tuntutan JPU, baik terdakwa Giyatmo maupun terdakwa Dian mengatakan akan mempelajari berkas perkaranya dan memberikan tanggapan eksepsi pada persidangan berikutnya.

Hal itu disampaikan terdakwa yang didampingi masingmasing penasihat hukumnya, Gatot Subroto dan Oki Wicaksono. Untuk diketahui, investasi bodong itu ditawarkan Dian kepada korban untuk membeli saham Bumi Resource yang disebut bersama konsorsium PT Credit Suisse Securities Indonesia (PT CSSI).

Salah satu korban mentrasfer uang ke rekening Dian sebanyak 18 kali dengan total Rp 23,250 miliar. Dari sebanyak 18 kali transfer tersebut, dua di antaranya digunakan Giyatmo sebesar Rp 11,650 miliar dan sisanya sebesar Rp 11,6 miliar digunakan Dian untuk pelunasan kepada investor lain (korban lain) dan keperluan pribadinya.

Bekerja Sama

Masing-masing bekerja sama saat melancarkan aksinya. Giyatmo masuk ke investor (korban) yang sudah mengirim uang kepada Dian dengan mengaitngaitkan sebagai pelaksana proyek RSUD Kebumen. Ia mengawali dengan meminjam kepada investor untuk meneruskan proyek yang totalnya mencapai ratusan miliar tersebut. Saat investor tidak mau memberikan pinjaman kepada Giyatmo, Dian lantas menawarkan saham TINS milik Giyatmo.

Sementara Giyatmo masih melancarkan aksi dengan utang di PD BPR BKK Kebumen. Kejadian pada 2011 itu bareng tiga orang lainnya yang ikut mengajukan kredit ke bank milik pemerintah daerah tersebut. Yang mencurigakan, pencairannya ditransfer ke rekening Giyatmo semua sebesar Rp 12.438.526.916.

Menurut Kajari Kebumen Supriyanto melalui Kasi Pidum Kejari Kebumen Umardani, investasi yang ditawarkan Dian itu bukan jual beli saham, tetapi untuk mentransfer ke rekening Giyatmo sebesar Rp 11,650 miliar. ”Sisanya sebesar Rp 11,6 miliar itu digunakan Dn (Dian- Red) untuk pelunasan kepada investor lain dan keperluan pribadinya,” terang Umardani. (K5- 32/SuaraMerdeka)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!