Kilas Berita:

Gelar Sedekah Bumi, Berharap Hasil Panen Meningkat

KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Warga Desa Pekunden Kecamatan Kutowinangun, menggelar tradisi sedekah Bumi, Senin (10/2). Aneka ubarampe sesajen berupa kembang, tumpeng, ingkung ayam, berbagai sayur, uang, telur dan lain-lain, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi turun-temurun tersebut. Tak ketinggalan tumpeng yang diletakkan di areal persawahan wilayah setempat.

Rangkaian kegiatan sedekah bumi ini dimulai sejak pagi. Setelah itu, acara dilanjutkan n dengan pagelaran kesenian dolalak dari grup Krida Arum Sari. Pada siang hari, acara diteruskan dengan kenduri yang dihadiri oleh semua warga. Setelah acara kenduri selesai, baru dilanjutkan pentas seni Dolalak.

Kepala Desa Pekunden, Basori Chamid mengatakan, kegiatan Sedekah Bumi ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Kemasan acara selalu sama. Yang membedakan, hanya di acara pentas seninya. Bila tahun lalu pentas seni dipilih pagelaran wayang kulit, tahun ini mereka nanggap Dolalak. “Kemungkinan tahun depan bisa menampilkan Jiduran, Janeng atau bahkan rebana. Di Desa ini banyak sekali graup kesenian, makanya untuk pentas seninya kita selalu menggunakan group kesenian yang ada di desa ini,”ujarnya.

Dia menjelaskan, menaruh sesaji di area persawahan bukannya tanpa makna. Dengan ritual itu, warga berharap tahun depan hasil panennya akan meningkat. Menurut dia, pada masa lalu, sesaji tersebut tidak boleh dimakan. Saat ini sesaji yang dibuat boleh dimakan oleh siapa saja yang menemukan. Alasanya, sesaji tersebut merupakan sedekah untuk siapa saja yang menemukannya. “Kita telah memasrahkan sesaji tersebut untuk siapa saja yang menemukannya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pada acara kenduri masyarakat membawa makanan sendiri. Setelah dilakukan doa tahlil bersama, makanan yang dibawa kemudian dimakan bersama. Masyarakat akan saling tukar menukar makanan.”Dengan demikian maka kegiatan ini sebetulnya sangat efektif untuk menciptakan kerukunan antar warga,” paparnya.

Ketua RT 3 RW 1, Sudarta mengatakan, kegiatan Sedekah Bumi sering disebut dengan Beber Bumi. Penamaan Beber Bumi terkait dengan nama salah satu leluhur desa tersebut yang bernama Nyai Beber. Nyai Beber dipercaya merupakan orang yang melakukan babad alas di Desa Pekunden. Dengan selalu memperhatikan leluhur, diharapkan kondisi Desa Pekunden akan selalu aman, baik dan masyarakatnya sejahtera. “Dimana manusia tinggal, pasti selalu barharap kondidi desanya gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo, aman makmur sentosa,” imbuhnya. (mam/din/radarbanyumas)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!