Kilas Berita:

Batu Pirus Ditemukan di Sungai Lukulo

SADANG (www.beritakebumen.info) - Batu akik Kebumen yang mulai diperhitungkan di kancah nasional kini kian moncer. Ditambah lagi, ternyata di Kebumen juga ditemukan batuan jenis pirus, yang sangat diburu oleh pecinta batu mulia. Batu yang masuk dalam kategori batu permata asal Persia itu ternyata ditemukan ada di Sungai Lukulo, tepatnya di Dukuh Siluk, Desa Sadang Kulon, Kecamatan Sadang.

Ya, Sungai Lukulo memang surganya batu di Indonesia. Berbagai jenis batu ada di tempat ini, termasuk batu jenis pirus. Batu permata tertua ini memang belum ada pembuktian secara legalitas. Namun batu yang pertama kali ditemukan oleh Supratikno (43) sejak tiga minggu lalu, batu ini banyak diburu para pecinta batu. Mereka terpikat dengan aneka ragam warna yang ada pada batu ini seperti warna hijau, biru, ungu, coklat. Serta tak ketinggalan ciri khas dari batu pirus adalah serat emasnya yang menempel pada bagian batu.

Jika diperhatikan, batu pirus Lukulo memang sangat mirip dengan batu pirus asal Persia. Mulai dari warna hijaunya, serat emasnya dan tingkat kekerasan batunya.

Menurut Suprat, panggilan akrabnya, batu pirus ini ditemukan secara tidak sengaja saat dirinya sedang mencari batu disepanjang aliran Sungai Lukulo. Saat menemukan bongkahan batu berwarna coklat penuh dengan tanah liat, Suprat terkejut, ternyata saat bongkahan batu tersebut dibersihkan muncul warna hijau dengan serat emasnya mirip sekali dengan batu jenis pirus.

“Waktu dibersihkan dengan air dan sikat berkawat halus, aneka warna pada batu semakin terlihat,” tutur Suprat, kepada Ekspres di rumahnya, Kamis (12/2).

Tidak hanya warna hijau, biru, kuning, coklat dan merah hati dengan serat-serat emas nampak jelas terlihat. Namun, kata suprat, pengolahan batu jenis ini untuk menjadi batu akik harus ekstra hati-hati karena batu ini bukan kategori batu kristal.

Penemuan jenis batu pirus Lukulo ini pun langsung terdengar ditelinga para kolektor batu. Salah satunya adalah Subardi, kolektor batu asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang sengaja datang untuk melihat secara langsung kebenaran tentang batu tersebut.

Saat melihat dengan teliti, dengan berbekal senter ditangan kolektor muda ini pun berani langsung menawar dengan harga fantastis. Untuk bahan batu pirus seberat empat kilogram dengan harga Rp 30 juta. Namun si pemilik belum baru akan melepas batu dengan harga Rp 40 juta.

Subardi mengaku puas dan kagum dengan warna yang ada pada pirus yang ditemukan di Sungai Lukulo. “Setelah melihat langsung saya merasa tidak kecewa jauh-jauh datang kesini,” ucapnya.

Menurut Bardi, batu pirus ini masuk dalam kategori batu pirus pancawarna karena memiliki aneka macam warna. Seperti hijau, biru, coklat, kuning, ungu, merah hati dan tak ketinggalan serat-serat emas sebagai ciri khas dari batu pirus.

Bahan batu jenis ini bahkan sudah diborong oleh seorang pengusaha asal Jakarta seberat 16 kilogram, dengan harga Rp 8 juta per kilogramnya. Dirumah suprat, saat ini masih tersisa bahan seberat 24 kilogram yang akan diproduksi dalam bentuk cincin akik. Rencananya, dalam minggu ini sang pemilik akan membawa tanah dan serpihan batu ini ke Jakarta untuk diuji di laboratorium. Ini dilakukan untuk memastikan jenis batu temuan Suprat tersebut.(ori/Radarbanyumas)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!