Kilas Berita:

Puluhan Hektare Lahan Hilang , Penambangan Pasir di Luk Ulo Masih Berlangsung

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Puluhan hektare lahan di sekitar Sungai Luk Ulo Kebumen hilang akibat penambangan pasir. Lahan milik warga itu pun masih terkena pajak yang dibuktikan dengan secarik kertas. Namun, sang pemilik sudah tidak pernah menggarap tanah miliknya tersebut. Dari satu lokasi penambangan pasir itu sedikitnya terdapat sekitar tujuh hektare lahan yang hilang. Padahal di sepanjang Sungai Luk Ulo itu terdapat sepuluh lokasi.

Kondisi yang dialami sejak beberapa tahun itu menjadi keprihatinan banyak kalangan. Dan mereka berharap agar ada perhatian dari pemerintah untuk mengganti kerugian yang dialami para pemilik tanah. “Kalau tidak diperhatikan, kami khawatir akan menjadi masalah besar yang sewaktu-waktu bisa meledak,” kata Ketua Forum Peduli Konservasi Lahan dan Bebatuan (FPKLB) Kabupaten Kebumen, Dwi Kurniawan yang dihubungi Suara Merdeka, kemarin.

Menurut dia, masalah lahan yang hilang itu bukan hanya kerugian material semata. Namun menyangkut darma bakti kepada leluhur. Pasalnya, tanah yang sebelumnya sebagai tempat bercocok tangan itu merupakan warisan nenek moyang yang harus dijaga dan dipelihara. Namun hingga beberapa keturunan kemudian ternyata hilang akibat disedot pasirnya. Para pemilik tanah yang meneruskan dari para pendahulu itu pun mengalami beban psikologis.

Seperti yang dialami Sukiyah (55), warga Karanggayam yang kehilangan lahan seluas 50 ubin sejak enam tahun silam. ”Saya merasa berdosa, karena tanah leluhur hilang. Padahal jika masih ada dan ditanami padi, hasilnya bisa digunakan untuk makan sekeluarga hingga beberapa bulan,” kata ibu lima anak ini. Hilangnya lahan tersebut menjadikan Sukiyah tidak memiliki lahan pertanian lagi.

Pasalnya, lahan di Luk Ulo itu satusatunya yang dimilikinya. Dan, sejak hilangnya lahan itu Sukiyah dan keluarganya makan jatah raskin. Terus Meluas Dwi Kurniawan mengatakan, puluhan hektare lahan di sekitar Luk Ulo yang hilang akibat penambangan pasir itu diperkirakan terus meluas. Terlebih aktivitas penambangan pasir di sungai berkelokkelok itu hingga kini masih berlangsung. Bahkan acapkali menggunakan alat berat untuk mengambil pasir. Selain mesin sedot yang menderu, penambangan pasir juga sering dipergoki menggunakan eskavator.

Penggunaan alat berat itu sudah berulang- ulang diprotes warga. Bahkan Satpol PP juga tak henti-hentinya melakukan penertiban. Penanganan terhadap pelanggar Perda itu pun telah dimejahijaukan di Pengadilan Negeri Kebumen. Suprapto (36), warga Karangsambung mengatakan, penambangan dengan menggunakan alat berat itu sebenarnya dilarang. Terlebih penambangan tersebut untuk memenuhi permintaan dari pelaksana proyek. ”Karena yang saya ketahui, sudah ada imbauan agar proyek pembangunan di Kebumen tidak menggunakan pasir Luk Ulo,” kata Suprapto yang mengaku sejak tiga tahun menghentikan aktivitasnya sebagai penambang pasir Luk Ulo itu.

Kini, istri Mujilah (30) itu beralih profesi sebagai perajin batu. Selain merupakan laboratorium dunia yang dilindungi, keberadaan Luk Ulo juga terdapat LIPI. Sehingga, kelestarian Sungai Luk Ulo sebagai cagar geologi tidak bisa ditawar-tawar. Suprapto berharap agar Luk Ulo dikembalikan fungsinya sebagai sungai dan meminta kepada petugas untuk menindak tegas penambang. ”Fungsi sungai sebagai penyedia air sangat dibutuhkan semua orang.

Apalagi adanya pasir untuk menyimpan air. Jika pasirnya tidak ada, maka air yang ada di sungai itu pasti langsung bablas dan menimbulkan bencana, seperti banjir dan longsor,” jelasnya. (K5-32/SuaraMerdeka)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!