Kilas Berita:

Penerima Raskin Jadi 107.486 RTS

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sebanyak 107.486 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) akan menjadi penerima beras untuk rakyat miskin (raskin) tahun 2015. Pagu tersebut masih sama dengan pagu raskin 2013 maupun 2014. Hanya saja ada RTS yang berubah karena pindah alamat, atau sudah tidak layak sebagai penerima manfaat.

Rumah tangga yang berhak mendapatkan raskin ialah rumah tangga yang terdaftar dalam daftar nama dan alamat untuk Program Raskin 2015. Adapun kepesertaan RTS-PM yang berhak mendapatkan raskin ditandai dengan kepemilikan kartu raskin yang diterbitkan oleh Pemkab Kebumen. Demikian mengemuka dalam Sosialisasi Tim Koordinasi Raskin Kabupaten, Kecamatan dan Pelaksana Distribusi Raskin Desa/Kelurahan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Kebumen, Kamis (15/1). Sosialisasi dibuka oleh Asisten II Sekda Kebumen Tri Haryono.

Saat membacakan sambutan tertulis Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Adi Pandoyo, Asisten II Sekda Tri Haryono menyampaikan, pemutakhiran daftar penerima manfaat (DPM) dimungkinkan dilakukan melalui musyawarah desa/kelurahan. Antara lain karena kepala rumah tangganya meninggal, maka dapat diberikan kepada pasangannya atau anggota rumah tangganya. Adapun RTS tunggal yang meninggal dunia atau RTS yang pindah alamat ke luar desa/kelurahan, serta RTS yang sudah tidak layak sebagai penerima manfaat maka harus diganti oleh RTM yang dinilai layak menggantikannya.

‘’Adapun rumah tangga miskin yang dinilai layak menggantikan diprioritaskan pada RTM yang memiliki anggota rumah tangga yang lebih besar terdiri atas balita dan anak usia sekolah dan RTM yang kepala rumah tangganya perempuan. Selain itu juga RTM yang kondisi rumah kurang layak huni dan RTM yang berpendapatan paling rendah atau tidak tetap,’’ ujarnya.

Penundaan Setoran

Diakuinya, pelaksanaan program raskin masih ada beberapa permasalahan yang timbul. Antara lain masih belum dilaksanakannya musdes atau muskel sebagaimana mestinya. Hal itu terbukti dengan tidak adanya formulir rekapitulasi pengganti yang diterima oleh Tim Koordinasi Raskin Kecamatan dan Kabupaten. Padahal, setiap tahunnya hampir dapat dipastikan terjadi perubahan RTS-PM.

‘’Untuk itu, ke depan saya minta agar pelaksanaan musdes atau muskel dapat dipantau dengan baik,’’ imbuhnya. Permasalahan lainnya, imbuhnya, adalah belum tercapainya indikator tepat sasaran. Faktanya, desa/kelurahan mengkondisikan adanya kesepakatan untuk membagi secara rata, dengan maksud agar tidak terjadi konflik dengan warga. Padahal, bukan seperti itu yang diharapkan. Karena itu, diperlukan upaya terus menerus untuk menyadarkan masyarakat, sehingga yang mendapatkan raskin benar-benar rumah tangga miskin.

Selain itu, belum tertibnya administrasi di tingkat desa/kelurahan seperti berita acara musdes, DPM-1 maupun DPM-2. Dari hasil monitoring, DPM-2 yang seharusnya ditandatangani oleh RTS-PM ternyata ditanda-tangani oleh petugas dan tidak asli. Harapannya ke depan perlu upaya yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan tertib administrasi. (J19-42/SuaraMerdeka)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!