Kilas Berita:

Pasien Meninggal Tak Wajar, Dukun Diamankan Polisi

MINTA KETERANGAN: Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto (tengah) meminta keterangan kepada Dukun berinisial IA (40) warga Desa Ginandong, Kecamatan Karanggayam di Mapolres Kebumen, Selasa (6/1). (Foto: Supriyanto/SM)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Seorang dukun berinisial IA (40) asal Desa Ginandong, Kecamatan Karanggayam, Kebumen diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kebumen, Selasa (6/1). Hal itu menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya salah satu pasien dukun tersebut yang meninggal dengan kondisi tidak wajar.

Pasien bernama Haryanto bin Samadikun (24) warga RT 01 RW 01 Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen, meninggal di rumah sang dukun. Penyebab kematian korban yang merupakan pasien gangguan kejiwaan itu diduga akibat praktek pengobatan alternatif sang tabib yang diwarnai kekerasan.

“Saat ini IA masih kami minta keterangan sebagai saksi,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Faizal melalui Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto kepada Suara Merdeka di kantornya.

Lebih lanjut, Willy menyampaikan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban. Pihaknya mengirim jasad korban ke RSU Margono Purwokerto untuk dilakukan outopsi. Selain itu, pihaknya juga meminta keterangan sejumlah saksi yang terkait kejadian itu.

“Untuk sementara, kami masih menunggu hasil outopsi untuk mengetahui penyebab kepastian korban,” imbuhnya.

Dari hasil keterangan sejumlah saksi, dalam proses pengobatan penuh diwarnai dengan penyiksaan. Pada pagi hari pasien direndam di sungai di dekat rumah dukun. Setelah itu, para pasien yang masih dalam perawatan diminta bekerja bersih-bersih. Jika pasien melawan, pasien akan mendapatkan hukuman fisik seperti dipukul dan ditampar.

Informasi yang dihimpun, korban menjalani pengobatan alternatif tersebut sejak 18 November 2014. Namun korban ditemukan telah meninggal dunia di ruang perawatan Senin (5/1) sekitar pukul 16.00. Menurut keterangan sang dukun, pagi harinya korban sempat dimandikan dan masih sehat.

Selanjutnya, sekitar pukul 23.00, jenazah korban diserahkan kepada keluarga oleh sang dukun menggunakan mobil Avanza dan dikawal oleh pengikutnya yang mengendarai sekitar 15 sepeda motor. Saat diserahkan kepada keluarga korban, jenazah sudah dimandikan dan terbungkus kain kafan. Bahkan sang dukun sempat memperingatkan keluarga agar tidak membuka kain kafan.

Namun karena curiga karena ada yang janggal, pihak keluarga tetap membuka kain kafan. Benar, pada tubuh korban terdapat tanda-tanda kekerasan. Antara lain lebam biru di perut sebelah kiri bawah, dada lebam serta luka di punggung yang masih berdarah dengan hidung mengeluarkan darah. Kemudian tangan kanan luka dan jempol kaki terluka. Selanjutnya keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian.
(Supriyanto/CN41/SuaraMerdeka)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!