Kilas Berita:

Komisi B Minta Pengecer Pupuk Ditambah

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen meminta agar pengecer pupuk bersubsidi ditambah. Pasalnya, ada sejumlah wilayah yang kekurangan pengecer resmi sehingga pelayanan pendistribusiannya kurang optimal. Seperti di wilayah Pejagoan yang hanya terdapat satu pengecer resmi yakni UD Restu Tani. Selain itu, terjadi di wilayah Sempor yang justru pengecernya merupakan anak dari pemilik distributor pupuk.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kecamatan Kebumen. ‘’Ini tentu menjadikan multyeffect player yang tidak sehat sehingga harus ditata,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen Sudarmaji saat kunjungan di Distributor Pupuk Warga Tani milik Dalail, Desa Wonosari, Kecamatan/Kabupaten Kebumen dan Distributor Pupuk Karya Baru milik Guntoro, Gombong, Kebumen, baru-baru ini. Kunjungan yang dikoordinasi oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Agung Prabowo itu diikuti oleh pimpinan dan Anggota Komisi B antara lain Akhsin, Ermi Kristanti dan Sri Susilowati.

Kunjungan juga diikuti perwakilan dari Bagian Perekonomian Setda, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar), Bappeda, serta Dinas Pertanian dan Peternakan.

Sudarmaji menjelaskan, penambahan pengecer pupuk resmi itu perlu segera dilakukan untuk mempermudah akses pelayanan kepada masyarakat. Sejauh ini distributor Pusri ada enam yakni Karya Baru, Tunggal Jaya, Enggal Tani, KJUB, T2MP, Warga Tani dan distributor Petrokimia tiga yakni Hasta Karya, Warga Tani dan Enggal Tani. Selain itu, di Kebumen terdapat 143 pengecer resmi.

Daerah Terpencil

Jumlah tersebut masih dianggap timpang untuk melayani 460 desa yang tersebar di 26 kecamatan. Terlebih di daerah terpencil pegunungan wilayah utara Kebumen. Harga pupuk pun acapkali melampaui harga eceran tertinggi (HET). Untuk HET urea Rp 1.800 per kg atau Rp 90 ribu per zak, NPK Rp 2.300 per kg atau Rp 115 ribu per zak, ZA Rp 1.400 per kg atau Rp 70 ribu per zak dan Petroorganik Rp 500 per kg atau Rp 20 ribu per zak.

Kasi Perlindungan Konsumen pada Disperindagsar Agung Patuh menjelaskan, distribusi pupuk selama ini lancar sesuai dengan sistem rayonisasi yang sudah berjalan beberapa tahun ini. Proses distribusinya pun terus diawasi. ‘’Diharapkan sampai akhir Jnauari ini bisa tercukupi,’’ kata Agung Patuh sembari mengatakan, untuk alokasi urea tahun ini mencapai 25.700 ton. (K5-42/SuaraMerdeka)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!