Kilas Berita:

Kasus Penelantaran Penyandang Cacat Masih Tinggi

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kasus penelantaran kaum penyandang cacat tubuh (difabel) maupun penyandang cacat mental di Kabupaten Kebumen masih tinggi. Khususnya, usia anak-anak. Yang paling memprihatinkan, kebanyakan kasus penelantarannya justru dilakukan oleh orang terdekat mereka, yakni orang tua atau keluarga. Sedangkan pemicu kasus penelantaran terhadap penyandang cacat didominasi oleh kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan atau kurang mampu.

Menurut pantauan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Kabupaten Kebumen, dampak dari tindakan penelantaran terhadap anak-anak penyandang cacat bahkan tak sedikit yang berujung kematian. Bahkan kasus penelantaran juga menjadi salah satu tingginya tingkat kematian penyandang cacat di Kebumen.

“Kebanyakan kasus penelantaran penyandang cacat yang terjadi memang disebabkan oleh kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan. Mengingat dari sekitar 10 ribuan penyandang cacat di wilayah Kebumen, sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu,” kata ketua LKSA Kabupaten Kebumen,Endang Palupi Nugraheni AMd,Minggu(25/1).

Bahkan baru-baru ini, kasus penelantaran terhadap penyandang cacat yang berujung kematian juga terjadi di Desa Prigi Kecamatan Pejagoan Kebumen. Dimana korbanya yakni atas nama Eka Dianasari(12), salah satu anak penyandang cacat mental di desa setempat.
Eka meninggal dunia akibat hidup dikurung selama bertahun-tahun di dalam kamar yang kemudian didiagnosa menderita gizi buruk oleh dokter. Pihak orang tua sendiri baru mengetahui anaknya menderita gizi buruk setelah dibawa ke rumah sakit kemarin, tepatnya sebelum Eka meninggal dunia.

Sebelum meninggal, kondisi kehidupan Eka sangat memprihatinkan. Selama hidup, mulai dari makan, minum hingga buang air-besar maupun kecil dilakukanya di dalam kamar. Menurut alasan orang tuanya, Eka terpaksa dikurung di dalam kamar karena sering lari dari rumah.

Sedangkan pihak orang tuanya tidak sempat memperhatikan Eka setiap hari, hal itu karena mereka harus bekerja sebagai buruh untuk mencari nafkah.

“Banyaknya kasus penelantaran terhadap penyandang cacat ini, kita berharap Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Kebumen bisa ikur serta mencari solusinya. Karena bagaimanapun juga, penyandang cacat juga manusia yang berhak mendapatkan hidup lebih baik sama seperti manusia normal lainya,” ungkap Endang.

“Kita berharap, setiap program atau bantuan dari pemerintah mendatang bisa berpihak terhadap para penyandang cacat. Selain itu, kepedulian ataupun bantuan masyarakat Kebumen terhadap mereka juga sangat penting,” pungkas Endang.(ben/Radarbanyumas)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!