Kilas Berita:

Genting Sokka Belum Dipatenkan ; Digunakan Daerah Lain

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Genting sokka yang lekat dengan Kebumen ternyata belum dipatenkan. Nama sokka yang menjadi ikon di kabupaten berslogan Beriman ini pun bebas digunakan oleh daerah lain seperti produksi genting di Godean, Yogyakarta, dan Boyolali.

merek genting pabrikan. Sejumlah perajin di Kebumen yang menggunakan nama Sokka untuk produksinya menyikapinya, Jumat (16/1). Mereka antara lain pemilik Mas Sokka, HM Sokka, MS Sokka, YN Sokka, dan AR Sokka. Di Kebumen ada sekitar 25 perajin genting sokka berskala besar. Adapun perajin home industry mencapai ratusan yang tersebar di sejumlah wilayah antara lain Petanahan, Klirong, Pejagoan, Sruweng, dan Kecamatan Kebumen.

Pemilik Mas Sokka Kebumen, Fajar Fihelmina yang didapuk menjadi juru bicara mendesak agar Pemkab mematenkan nama sokka sebagai produk genting asli Kebumen, sehingga tidak digunakan oleh daerah lain atau produk pabrikan. ‘’Untuk kambing etawa saja sudah dipatenkan di Purworejo. Mestinya nama sokka juga dipatenkan di Kebumen,’’ kata Fajar yang juga anggota DPRD Kabupaten Kebumen itu.

Lebih lanjut, genting sokka sudah lebih dulu dikenal masyarakat hingga seluruh Indonesia. Nama yang mengadopsi dari sebuah dukuh di Desa Pejagoan, Kecamatan Pejagoan itu juga masih lekat dengan Kebumen.

Namun dengan digunakannya nama sokka sebagai produk genting luar daerah maupun pabrikan, maka ikon tersebut terancam lenyap. Terlebih banyak perajin genting gulung tikar dan mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku dan bahan bakar, sehingga nama sokka di Kebumen terancam hanya tinggal kenangan. Gito Prasetyo, perajin genting asal Petanahan, Kebumen berharap, peran serta Pemkab untuk mengurus hak cipta genting sokka. Pematenan itu juga sebagai upaya perlindungan terhadap konsumen.

Merusak Pasar

Mengingat, konsumen yang membeli genting sokka dari daerah lain itu belakangan merasa kurang puas dengan kualitasnya. Padahal, mereka menganggap genting yang dibelinya itu dari Kebumen. ‘’Ini yang paling merusak pasar genting sokka,’’ katanya. Pemkab juga perlu memfasilitasi untuk membuat koperasi perajin genting sebagai bantuan modal. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen, Wijil Tri Atmojo menyoroti banyaknya industri genting rumahan di Kebumen yang belum membentuk paguyuban dan belum terkoordinasi dengan baik.

Menurutnya, hal tersebut justru akan membahayakan pasar genting sendiri. Terlebih, genting yang dihasilkan dari ribuan perajin itu tidak bisa dijamin kualitasnya secara baik. Pemkab pun dinilai kurang merespons perkembangan genting Sokka di Kebumen. (K5-42/SuaraMerdeka)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!